Cheddar vs Mozzarella: Kenapa Mozzarella Bisa Mulur?

Cheddar adalah keju padat yang melalui proses pematangan (aging) sehingga rasanya lebih gurih, tajam, dan creamy. Sementara mozzarella adalah keju segar dengan kadar air tinggi yang terkenal elastis dan mudah meleleh.

Secara umum, keju cheddar memiliki rasa lebih kuat, tekstur padat, dan cocok untuk rasa “cheesy” yang dominan. Sedangkan, keju mozzarella memiliki rasa lebih ringan, tekstur lembut dan mulur saat dipanaskan.

Perbedaan keju cheddar yang kuning padat vs keju mozzarella yang putih lembut

Pernah lihat mozzarella yang bisa “narik panjang” di pizza, sementara cheddar lebih sering diparut untuk topping makaroni atau roti? Meskipun sama-sama keju, ternyata cheddar dan mozzarella punya tekstur, rasa, kandungan, hingga cara penyimpanan yang sangat berbeda.

Kalau kamu masih bingung pilih cheddar atau mozzarella untuk stok di rumah, yuk bedah perbedaannya dari sisi sains pangan dan cara olahnya!

Cheddar vs Mozzarella: Apa Bedanya?

1. Proses Pembuatan

Cheddar Adalah…

Cheddar merupakan keju semi-keras asal Inggris yang dibuat melalui proses cheddaring, yaitu pemotongan dan pemadatan dadih susu untuk mengurangi kadar air. Setelah itu, keju didiamkan selama beberapa bulan hingga rasanya semakin tajam dan gurih.

Semakin lama proses aging, rasa cheddar biasanya makin kuat dan teksturnya makin padat.

Mozzarella Adalah…

Mozzarella adalah keju segar asal Italia yang dibuat tanpa proses pematangan panjang. Keju ini dipanaskan lalu ditarik (pasta filata process) sehingga menghasilkan tekstur elastis dan berserat.

Inilah alasan mozzarella bisa menghasilkan efek “mulur” saat dipanaskan.

2. Tekstur dan Rasa

Cheddar

  • Padat dan agak rapuh
  • Rasa lebih gurih dan creamy
  • Aroma keju lebih tajam

Mozzarella

  • Lembut dan elastis
  • Rasa lebih ringan dan milky
  • Mudah meleleh saat dipanaskan

3. Mana yang Lebih “Cheesy”?

Kalau kamu suka rasa keju yang kuat, cheddar biasanya terasa lebih dominan karena proses pematangannya menghasilkan senyawa rasa umami lebih tinggi.

Sebaliknya, mozzarella lebih unggul dari sisi tekstur karena kadar air dan proteinnya membuat keju ini bisa meleleh dan meregang saat terkena panas.

Tabel Perbandingan Nutrisi Cheddar vs Mozzarella

Kandungan Gizi (per 28 gram)CheddarMozarella
Kalori±115 kkal±85 kkal
Protein±7 gram±6 gram
Lemak±9 gram±6 gram
KalsiumLebih tinggiSedang
NatriumLebih tinggiLebih Rendah
TeksturPadat & creamyLembut & Mulur

Insight Delinutri:

  • Cheddar cocok untuk rasa gurih yang lebih kuat
  • Mozzarella cocok untuk tekstur leleh dan makanan yang lebih ringan

Kenapa Mozzarella Bisa Mulur?

Mozzarella bisa mulur karena kombinasi:

  • kadar air tinggi
  • struktur protein elastis
  • proses pemanasan tertentu

Saat dipanaskan, jaringan protein pada mozzarella akan meregang dan membentuk efek stretchy cheese.

Cheddar sebenarnya juga bisa meleleh, tapi tidak menghasilkan tarikan sepanjang mozzarella karena teksturnya lebih padat dan kadar airnya lebih rendah.

Cara Melelehkan Mozzarella Agar Mulur Maksimal

Banyak orang gagal bikin mozzarella mulur karena suhu terlalu tinggi atau terlalu lama dipanaskan.

Tipsnya:

  • Gunakan api sedang, jangan terlalu besar
  • Tambahkan mozzarella di tahap akhir memasak
  • Gunakan mozzarella dingin dari kulkas agar lelehnya lebih stabil
  • Hindari memanaskan terlalu lama karena keju bisa mengeras dan berminyak

Cara Konsumsi Cheddar vs Mozzarella

Cheddar cocok untuk:

  • topping roti
  • campuran saus creamy
  • taburan pasta atau macaroni
  • isi sandwich

Mozzarella cocok untuk:

  • pizza
  • lasagna
  • toast dan baked dish
  • topping makanan yang ingin efek “mulur”

Cara Simpan Keju Agar Tidak Cepat Jamuran

Penyimpanan sangat penting karena keju mudah menyerap bau dan lembap.

Cara Simpan Cheddar

  • Bungkus dengan kertas roti atau plastik food grade
  • Simpan di wadah tertutup
  • Letakkan di chiller kulkas, bukan freezer
  • Hindari sering terkena udara terbuka

Cheddar yang disimpan dengan benar biasanya lebih awet karena kadar airnya rendah.Karena keduanya tinggi lemak tak jenuh, penyimpanan sangat penting.

Cara Menyimpan Mozzarella

Karena kadar air mozzarella tinggi, keju ini lebih cepat rusak dibanding cheddar.

Tips menyimpan keju mozzarella:

  • Simpan dalam wadah tertutup rapat
  • Jika mozzarella fresh masih memiliki cairan (brine), jangan dibuang
  • Setelah dibuka, habiskan dalam 5–7 hari
  • Jangan biarkan terlalu lama di suhu ruang karena mudah berlendir
Cara simpan keju menggunakan wadah tertutup dan dimasukkan ke kulkas

Ciri Keju yang Sudah Tidak Layak Dimakan

Jangan asal konsumsi kalau muncul tanda berikut:

  • Bau asam atau amonia menyengat
  • Permukaan berlendir berlebihan
  • Muncul jamur hijau, hitam, atau oranye
  • Tekstur berubah sangat keras atau terlalu basah

Untuk mozzarella, jika sudah muncul jamur, sebaiknya seluruh bagian dibuang karena spora mudah menyebar di keju dengan tekstur lembut.

Kesimpulan, Pilih Cheddar atau Mozzarella?

Pilih cheddar kalau kamu suka rasa keju yang kuat dan creamy.

Pilih mozzarella kalau kamu mencari tekstur leleh dan efek mulur yang khas.

Keduanya punya karakter berbeda, jadi bukan soal mana yang lebih bagus, tapi mana yang paling cocok untuk kebutuhan dapurmu.

Kamu tim yang lebih suka cheddar yang gurih atau mozzarella yang mulur? Tulis favoritmu di kolom komentar, ya!

Referensi:

Ganesan, B., Kelly B., David A. I., Carl B., and Donald J. M. 2014. Manufacture and sensory analysis of reduced- and low-sodium Cheddar and Mozzarella cheeses. J. Dairy Sci.  97: 1970–1982.

Liaw, I. W., Evan M., S. M. Jervis, M. A. D. Listiyani, and M. A. Drake. 2011. Comparison of the Flavor Chemistry and Flavor Stability of Mozzarella and Cheddar Wheys. Journal of Food Science.

Sunarya, H., Anang M. L., and Priyo S. 2016. Kadar Air, Kadar Lemak dan Tekstur Keju Mozzarela dari Susu Kerbau, Susu Sapi dan Kombinasinya. Animal Agriculture Journal.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top