
Pernahkah kamu bertanya tanya kenapa tubuh ikan lele selalu dipenuhi lendir dan terasa sangat licin saat disentuh? Apakah lendir ikan lele tersebut berbahaya? Karena tampilannya yang dianggap kotor dan menjijikkan, banyak orang mengira lendir lele berbahaya bagi kesehatan atau tidak aman terkena makanan.
Anggapan tersebut membuat sebagian orang merasa ragu saat membersihkan maupun mengolah ikan lele. Padahal, lendir pada tubuh lele sebenarnya bukan racun dan secara alami memang dimiliki oleh ikan ini.
Lalu, apa sebenarnya fungsi lendir ikan lele dan apakah aman jika tidak sengaja ikut termakan? Artikel ini akan membahas fakta lengkap tentang lendir ikan lele yang sering disalahpahami.
Mengapa Tubuh Ikan Lele Berlendir?
Lendir pada tubuh ikan lele sebenarnya memiliki fungsi alami yang sangat penting. Berbeda dengan banyak jenis ikan lain, lele tidak memiliki sisik sehingga tubuhnya membutuhkan perlindungan tambahan dari lingkungan sekitar.
Lapisan lendir ini berfungsi sebagai pelindung alami terhadap luka, gesekan, bakteri, hingga kondisi dasar perairan yang kasar tempat lele hidup. Karena itulah tubuh lele selalu terasa licin saat disentuh.
Rasa licin tersebut berasal dari kandungan glikoprotein bernama musin di dalam lendir lele. Saat terkena air, zat ini akan membentuk lapisan seperti gel yang membuat permukaan tubuh lele menjadi sangat licin dan lembap.
Bagaimana Cara Membersihkan Lendir Ikan Lele dengan Benar?
Membersihkan lendir ikan lele sebaiknya dilakukan menggunakan bahan alami seperti garam, jeruk nipis, cuka, atau asam jawa. Cara ini bukan hanya tradisi dapur, tetapi juga efektif secara ilmiah untuk membantu meluruhkan lendir sekaligus mengurangi bau amis pada lele.
Garam bekerja dengan menarik air dari lapisan lendir sehingga teksturnya menggumpal dan lebih mudah dibersihkan. Sementara itu, bahan asam seperti jeruk nipis dan cuka membantu merusak struktur lendir sekaligus menetralisir senyawa penyebab bau amis pada ikan lele.
Selain itu, air hangat juga sering digunakan karena membantu meluruhkan sisa lendir dan lemak di permukaan kulit lele tanpa merusak dagingnya.

Tips Mencuci Ikan Lele Sebelum Dimasak
1. Bersihkan Isi Perut dan Insang
Buang isi perut dan insang lele terlebih dahulu karena bagian ini menjadi tempat berkumpulnya bakteri dan sumber bau amis. Jangan lupa bersihkan juga darah hitam di sepanjang tulang punggung bagian dalam perut karena sering menjadi penyebab aroma amis yang kuat.
2. Lumuri dengan Garam
Taburkan garam kasar pada tubuh lele yang masih basah lalu gosok perlahan hingga lendir menggumpal dan terangkat. Jika lendir cukup tebal, kamu juga bisa menambahkan sedikit tepung terigu atau abu gosok agar lendir lebih mudah terangkat.
3. Rendam dengan Jeruk Nipis atau Cuka
Setelah digarami, beri perasan jeruk nipis, cuka, atau air asam jawa lalu diamkan sekitar 10 hingga 20 menit. Proses ini membantu mengurangi lendir sekaligus menghilangkan bau amis dan bau lumpur pada lele.
4. Bilas Hingga Bersih
Bilas lele menggunakan air mengalir sampai permukaan kulit terasa lebih kesat dan tidak licin. Untuk hasil lebih maksimal, kamu bisa menggunakan air hangat saat pembilasan terakhir agar sisa lendir dan lemak lebih mudah hilang.
Setelah bersih, ikan lele siap diolah dan biasanya akan lebih mudah menyerap bumbu saat dimasak.
Apa yang Terjadi Jika Lendir Lele Tidak Dibersihkan?
Lendir pada ikan lele sebaiknya dibersihkan sebelum dimasak. Jika dibiarkan, lendir tidak hanya memengaruhi rasa dan aroma masakan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kebersihan saat proses pengolahan.
1. Rasa dan Tekstur Masakan Menjadi Kurang Maksimal
Lendir yang masih menempel dapat menghambat bumbu meresap ke dalam daging lele sehingga rasa masakan menjadi kurang merata. Saat digoreng, lendir yang mengandung banyak air juga bisa menyebabkan minyak meletup lebih hebat.
Selain itu, permukaan kulit lele akan lebih sulit menjadi garing dan kecokelatan karena lendir menghambat proses pematangan di permukaan ikan.
2. Bau Amis dan Bau Lumpur Menjadi Lebih Kuat
Lendir lele merupakan tempat berkumpulnya berbagai senyawa penyebab bau amis dan bau lumpur. Jika tidak dibersihkan, aroma amis akan semakin terasa saat ikan dimasak.
Beberapa senyawa di dalam lendir bahkan dapat mempertahankan bau tanah atau lumpur khas ikan air tawar sehingga rasa lele menjadi kurang nikmat.
3. Risiko Kebersihan dan Bakteri Lebih Tinggi
Secara alami, lendir lele juga bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dari lingkungan kolam atau perairan tempat ikan hidup. Karena itu, lendir yang tidak dibersihkan dapat meningkatkan risiko kontaminasi silang ke pisau, talenan, wastafel, hingga tangan saat proses memasak.
Meski sebagian besar bakteri akan mati saat ikan dimasak hingga matang sempurna, membersihkan lendir tetap penting untuk menjaga kebersihan dan kualitas makanan sejak tahap persiapan.
Apa Kandungan Lendir Ikan Lele?
Lendir ikan lele sebenarnya bukan kotoran, melainkan lapisan alami yang diproduksi tubuh ikan untuk melindungi dirinya. Sebagian besar lendir ini terdiri dari air, sementara sisanya mengandung protein, karbohidrat, lemak, dan mineral.
Komponen utama lendir lele adalah glikoprotein bernama musin (mucin). Zat ini diproduksi oleh sel khusus di kulit lele dan akan membentuk lapisan gel licin saat terkena air. Lapisan inilah yang membuat tubuh lele terasa sangat licin saat disentuh.
Menariknya, lendir lele juga berfungsi sebagai sistem pertahanan alami. Di dalamnya terdapat berbagai senyawa antibakteri seperti lisozim, enzim proteolitik, dan peptida antimikroba yang membantu melindungi tubuh ikan dari serangan bakteri di lingkungan air yang kotor.
Beberapa penelitian bahkan menemukan bahwa lendir lele mengandung peptida antimikroba yang mampu melawan bakteri berbahaya seperti Escherichia coli, Staphylococcus aureus, hingga Salmonella. Senyawa ini bekerja dengan merusak membran sel bakteri tanpa merusak sel tubuh manusia.
Selain itu, lendir lele juga menjadi tempat hidup berbagai mikroorganisme alami yang membantu menjaga kesehatan kulit ikan. Pada lele yang sehat, sebagian mikroba tersebut justru hidup secara simbiosis dan membantu melindungi tubuh ikan dari bakteri patogen lain.
Karena itu, meski terlihat menjijikkan, lendir ikan lele sebenarnya memiliki fungsi biologis yang sangat penting bagi kelangsungan hidup ikan tersebut.
Apakah Lendir Ikan Lele Bermanfaat?
Bagi ikan lele, lendir memiliki fungsi yang sangat penting untuk melindungi tubuhnya. Lapisan lendir membantu mencegah luka dan goresan saat lele bergerak di dasar perairan yang kasar. Selain itu, lendir juga membantu lele bertahan hidup di lingkungan ekstrem, seperti air berlumpur dengan kadar oksigen rendah, bahkan membantu menjaga tubuhnya agar tidak cepat kering.
Menariknya, lendir ikan lele ternyata juga memiliki potensi manfaat bagi manusia, terutama di bidang kesehatan dan medis.
1. Berpotensi Menjadi Bahan Air Liur Buatan
Kandungan musin pada lendir lele memiliki karakter yang mirip dengan lendir alami pada tubuh manusia. Karena itu, lendir lele diteliti sebagai bahan potensial untuk membantu membuat saliva atau air liur buatan bagi penderita mulut kering (xerostomia).
2. Membantu Mempercepat Penyembuhan Luka
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa pada lendir lele dapat membantu mempercepat pembentukan jaringan kulit baru. Potensi ini membuat lendir lele mulai diteliti sebagai bahan terapi untuk membantu penyembuhan luka yang sulit sembuh.
3. Berpotensi Menjadi Sumber Antibiotik Baru
Lendir lele juga mengandung peptida antimikroba, yaitu senyawa alami yang mampu melawan bakteri berbahaya. Menariknya, beberapa senyawa tersebut terbukti dapat membantu melawan bakteri yang sudah kebal terhadap antibiotik tertentu.
Selain efektif membunuh bakteri, senyawa ini juga dinilai cukup aman karena bekerja tanpa merusak sel tubuh manusia.
Karena itulah, lendir ikan lele kini tidak lagi dipandang sekadar kotoran, tetapi juga mulai diteliti sebagai sumber senyawa alami yang berpotensi bermanfaat bagi dunia kesehatan dan farmasi di masa depan.
Baca juga: Apakah Benar Ikan Dori Fillet Adalah Ikan Patin? Ini Faktanya
Kesimpulan
Lendir ikan lele bukanlah racun, melainkan bagian alami dari tubuh ikan yang berfungsi melindungi lele dari lingkungan sekitarnya. Selama ikan dibersihkan dan dimasak dengan benar hingga matang, lele tetap aman untuk dikonsumsi.
Meski tidak berbahaya, lendir lele sebaiknya tetap dibersihkan agar bau amis dan bau lumpur berkurang, bumbu lebih mudah meresap, serta hasil masakan menjadi lebih gurih dan lezat.
Karena itu, proses membersihkan lele dengan benar tetap penting untuk menjaga kualitas rasa, kebersihan, dan keamanan makanan sebelum dikonsumsi.
Referensi:
Noviana, A., Palupi, E., Giriwono, P. E., & Rimbawan, R. (2024). Decreasing fishy odour from catfish (Clarias sp.) flour as a food ingredient by using various soaking solutions. Food Research, 8(1), 349–358.
Okella, H., Ikiriza, H., Ochwo, S., Ajayi, C. O., Ndekezi, C., Nkamwesiga, J., Kaggwa, B., Aber, J., Mtewa, A. G., Koffi, T. K., Odongo, S., Vertommen, D., Kato, C. D., & Ogwang, P. E. (2021). Identification of antimicrobial peptides isolated from the skin mucus of African catfish, Clarias gariepinus (Burchell, 1822). Frontiers in Microbiology, 12, 794631.
Yusuff, K. O., & Ibidapo-Obe, E. O. (2024). Effects of different slime cleaning materials on the nutritive value of catfish. Proceedings of the 49th Conference, Nigerian Society for Animal Production, University of Ibadan, Nigeria.

