
Pernahkah kamu sedang semangat ingin membuat kue bolu di akhir pekan, tapi tiba-tiba baru sadar kalau stok mentega di kulkas habis?
Atau mungkin kamu sedang ingin mencoba gaya hidup yang lebih variatif dengan mencari pengganti mentega yang lebih “ringan” namun tetap memberikan hasil yang lezat?
Salah satu bahan yang paling sering dilirik sebagai pengganti mentega adalah minyak zaitun.
Namun, mengganti mentega yang bertekstur padat dengan minyak zaitun yang cair bukan sekadar masalah tuang-menuang ke dalam adonan. Ada logika sains sederhana yang harus kamu pahami agar kue buatanmu tidak berakhir bantat, terlalu berminyak, atau memiliki aroma yang terlalu kuat.
Delinutri akan membantu kamu memahami aturan mainnya agar hasil kue buatanmu tetap juara!
Apa Perbedaan Antara Mentega dan Minyak Zaitun?
Mentega dan minyak zaitun sama-sama mengandung lemak, namun memiliki karakter lemak yang berbeda. Apa perbedaannya?
- Mentega adalah lemak yang terdiri dari 80% lemak dan 20% air. Sifatnya yang padat pada suhu ruang memungkinkan mentega untuk dikocok bersama gula (metode creaming) guna memerangkap gelembung udara sehingga menghasilkan tekstur kue yang ringan dan empuk.
- Minyak zaitun adalah 100% lemak (tanpa air). Kandungan minyak zaitun didominasi oleh lemak tak jenuh tunggal yang tidak bisa memerangkap udara melalui pengocokan sesederhana mentega.
Perbedaan wujud ini sangat memengaruhi bagaimana molekul lemak berinteraksi dengan tepung dan udara di dalam oven. Hasilnya, kue dengan mentega biasanya lebih ringan dan mengembang, sedangkan minyak zaitun membuat kue lebih lembut tapi agak padat.
Berapa Takaran Minyak Zaitun untuk Menggantikan Mentega?
Aturan Penting: Jangan Pakai Rasio 1:1.
Ini merupakan kesalahan yang paling sering dilakukan.
Karena tekstur keduanya berbeda, kamu tidak bisa langsung menukar satu cangkir mentega dengan satu cangkir minyak zaitun. Jika dilakukan, adonan kue buatanmu akan memiliki tekstur terlalu berat, lembek, berminyak, dan bahkan bisa gagal mengembang.
Lalu, berapa rasio yang paling tepat? Penggunaan minyak zaitun sebagai alternatif yang paling ideal adalah menggunakan rasio 3:4.
Artinya:
- Jika resep membutuhkan 1 cangkir mentega, kamu cukup menggunakan 3/4 cangkir minyak zaitun.
- Jika mengukur dengan berat, 100 g mentega setara dengan kurang lebih 80 ml minyak zaitun.
Pengurangan takaran ini penting karena minyak zaitun tidak memiliki kandungan air seperti mentega. Dengan menggunakan rasio ini, keseimbangan cairan di adonan tetap terjaga sehingga kue tetap memiliki struktur yang baik.

Manfaat Minyak Zaitun untuk Kesehatan Jantung
Selain memberikan tekstur yang lembut pada kue, mengganti mentega dengan minyak zaitun memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh. Berbeda dengan mentega yang tinggi lemak jenuh, minyak zaitun kaya akan lemak tak jenuh tunggal dan ganda yang ramah bagi jantung.
Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan minyak zaitun dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menjaga tekanan darah tetap stabil. Dengan mengganti mentega dengan minyak zaitun, secara tidak langsung kamu mengurangi asupan lemak jahat tanpa harus mengorbankan kepuasan saat menikmati kue favorit keluarga.
Kenapa Minyak Zaitun Membuat Kue Lebih Lembap?
Pernahkah kamu merasa kue yang menggunakan mentega terasa agak keras atau “seret” saat sudah dingin? Hal ini terjadi karena lemak jenuh dalam mentega kembali memadat. Sedangkan kue yang menggunakan minyak zaitun biasanya memiliki rasa yang lebih lembut.
Alasannya, minyak zaitun memiliki keunggulan akan tetap berbentuk cair bahkan pada suhu dingin. Selain itu, minyak zaitun mampu melapisi partikel tepung lebih merata, menghambat pembentukan gluten yang terlalu kuat, dan menjaga kelembapan di dalam kue lebih lama.
Hasilnya, kue buatanmu akan tetap lembut dan empuk bahkan setelah disimpan dua hingga tiga hari. Hal ini menjadikan minyak zaitun cocok sebagai pilihan untuk membuat muffin, banana bread, quick bread, atau bolu cokelat yang padat.
Kapan Harus Tetap Menggunakan Mentega?
Tidak semua kue cocok mengganti mentega dengan bahan lain. Terdapat kue yang WAJIB memakai mentega.
Dalam pembuatan kue yang membutuhkan tekstur renyah dan berlapis seperti pie crust, croissant, pastry berlapis atau biskuit yang renyah, mentega padat adalah kuncinya.
Mentega padat menciptakan lapisan-lapisan tipis saat meleleh di oven yang memberikan efek flaky atau renyah yang sulit ditiru oleh minyak cair. Sedangkan minyak zaitun tidak bisa melakukan hal itu.
Tips Menggunakan Minyak Zaitun Agar Rasa Tetap Enak
Banyak orang khawatir aroma zaitun yang khas akan mengganggu rasa manis kue. Berikut ini trik supaya tetap aman dan lezat:
Pilih Jenis Minyak Zaitun yang Tepat
Gunakan Light Olive Oil untuk rasa yang netral. Jika ingin rasa yang lebih kuat, gunakan jenis Extra Virgin untuk memberikan kedalaman rasa yang unik (cocok untuk bolu cokelat)..
Tambahkan Penguat Rasa
Karena minyak zaitun memiliki aroma khas, kamu bisa menggunakan bahan beraroma kuat seperti vanila, kayu manis, atau parutan kulit jeruk untuk menyeimbangkan aroma alami minyak.
Jangan Lupakan Baking Powder atau Baking Soda
Karena minyak tidak bisa memerangkap udara melalui pengocokan, pastikan kamu menggunakan baking soda atau baking powder yang berkualitas agar kue tetap mengembang
Apakah Minyak Zaitun Lebih Sehat Dibanding Mentega?
Banyak orang mulai beralih menggunakan minyak zaitun daripada mentega. Apa alasan di baliknya?
- Minyak zaitun memiliki kandungan lemak tak jenuh tunggal yang tinggi. Kandungan tersebut bermanfaat dalam membantu menjaga kesehatan jantung.
- Mentega memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi. Apabila kadarnya berlebihan, maka bisa meningkatkan LDL atau kolesterol jahat.
Jika tujuan kamu adalah membuat kue yang lebih lembut dan “light”, maka minyak zaitun bisa menjadi alternatif yang menarik.
Kesimpulan
Mengganti mentega dengan minyak zaitun bukan sekadar “mengganti bahan”, melainkan perubahan cara kerja adonan.
Jika kamu memahami perbedaan karakter lemak, rasio yang tepat, dan jenis resep yang cocok, maka hasilnya tetap bisa enak dan bahkan lebih menarik.
Mau tahu lebih banyak mengenai “mitos dapur vs fakta sains” dari berbagai bahan makanan? Bagikan dan simpan artikel ini supaya kamu tidak hanya jago masak, tapi juga paham fakta sains di baliknya!
Referensi:
Liang, F., Julie Y., Georgios K., and Jose L. G. 2025. The effects of extra virgin olive oil or butter on cardiovascular biomarkers in European and Chinese males in the UK: A pilot randomised crossover trial. Nutrition and Health Vol. 31 No. 2.
Rahayu, P., and Esteria, P. 2021. Studi Pembuatan Chocolate Lava Cake Berbahan Dasar Tepung Sorgum dan Tepung Singkong. Garina Jurnal Ipteks Tata Boga, Tata Rias, dan Tata Busana Vol. 13 No. 2.


