
Saat Idul Adha, daging kurban biasanya dibagikan menggunakan kantong kresek dan langsung dibawa pulang untuk disimpan. Karena khawatir daging cepat rusak, banyak orang terbiasa langsung memasukkan seluruh daging ke dalam kulkas atau freezer tanpa dipindahkan ke wadah lain terlebih dahulu.
Padahal, cara penyimpanan yang kurang tepat justru bisa menurunkan kualitas daging. Daging kurban bisa menjadi cepat bau, muncul banyak kristal es di permukaan, teksturnya berubah lebih alot, bahkan rasa segarnya ikut berkurang saat dimasak nanti.
Selain itu, penyimpanan yang sembarangan juga dapat mempercepat kontaminasi bakteri dan membuat umur simpan daging menjadi lebih pendek.
Karena itu, penting mengetahui cara menyimpan daging kurban yang benar sejak pertama kali diterima. Artikel ini akan membahas tips menyimpan daging kurban di kulkas dan freezer agar tetap segar, tidak bau, dan kualitasnya tetap terjaga lebih lama.
Jangan Simpan Daging Kurban Terlalu Lama dalam Kantong Kresek
Plastik kresek hitam sebenarnya tidak disarankan untuk menyimpan bahan makanan terlalu lama, termasuk daging kurban. BPOM RI juga telah mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan plastik kresek hitam sebagai wadah penyimpanan makanan.
Hal ini karena sebagian plastik kresek hitam berasal dari hasil daur ulang berbagai limbah yang riwayat kebersihannya tidak selalu diketahui secara pasti. Selain itu, plastik jenis ini juga berisiko mengandung zat pewarna dan senyawa kimia tertentu yang dapat berpindah ke makanan, terutama pada bahan pangan yang basah dan berlemak seperti daging.
Karena itu, setelah menerima daging kurban, sebaiknya segera pindahkan daging ke wadah food grade atau plastik khusus makanan sebelum disimpan di kulkas maupun freezer.
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Menerima Daging Kurban?
Agar kualitas daging tetap bagus dan tahan lebih lama, ada beberapa hal penting yang sebaiknya langsung dilakukan setelah menerima daging kurban.
Pisahkan Sesuai Porsi Masak
Daging kurban sebaiknya segera dipotong dan dibagi ke dalam beberapa porsi kecil sesuai kebutuhan sekali masak. Cara ini akan memudahkan kamu saat ingin mengambil daging tanpa harus mencairkan seluruh stok sekaligus.
Hal ini penting karena daging yang terlalu sering dibekukan lalu dicairkan kembali dapat mengalami kerusakan tekstur. Kristal es yang terbentuk saat proses pembekuan bisa merusak serat daging sehingga daging menjadi lebih kering, alot, dan kehilangan banyak cairan alaminya saat dimasak.
Gunakan Wadah Food Grade
Setelah dipisahkan, simpan daging menggunakan wadah atau plastik khusus makanan (food grade) yang tertutup rapat. Wadah yang baik membantu melindungi daging dari kontaminasi bakteri dan menjaga kualitasnya tetap stabil selama penyimpanan.
Selain itu, wadah tertutup juga membantu mencegah permukaan daging menjadi kering akibat udara dingin freezer (freezer burn) sekaligus mengurangi penyebaran bau amis ke bahan makanan lain di dalam kulkas.
Jangan Langsung Dicuci
Banyak orang terbiasa langsung mencuci daging sebelum disimpan. Padahal, langkah ini sebenarnya kurang disarankan dari sisi keamanan pangan.
Air tidak dapat membunuh bakteri pada daging mentah, tetapi justru bisa menyebabkan percikan bakteri menyebar ke wastafel, meja dapur, peralatan masak, hingga bahan makanan lain di sekitarnya. Bakteri pada daging mentah nantinya akan mati saat proses memasak dengan suhu tinggi.
Karena itu, daging sebaiknya disimpan dalam kondisi belum dicuci dan dibersihkan nanti saat akan diolah.
Keringkan Jika Daging Terlalu Basah
Jika daging yang diterima masih terlalu basah oleh darah atau cairan karkas, sebaiknya permukaannya dikeringkan terlebih dahulu menggunakan tisu dapur bersih sebelum disimpan.
Permukaan daging yang terlalu lembap dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan membuat aroma daging lebih cepat berubah. Setelah selesai, segera buang tisu bekas ke tempat sampah tertutup dan cuci tangan menggunakan sabun agar proses penyimpanan tetap higienis.
Simpan di Chiller atau Freezer?
Pemilihan chiller atau freezer sebaiknya disesuaikan dengan kapan daging akan dimasak. Cara penyimpanan yang tepat dapat membantu menjaga kualitas, rasa, dan tekstur daging tetap bagus lebih lama.
Chiller untuk Konsumsi Cepat
Jika daging akan dimasak dalam waktu dekat, simpan daging di chiller dengan suhu sekitar 0–4°C. Pada suhu ini, pertumbuhan bakteri pembusuk menjadi jauh lebih lambat sehingga daging tetap segar lebih lama.
Daging merah utuh umumnya masih bisa bertahan sekitar 3–5 hari di chiller. Sementara itu, daging giling lebih cepat rusak sehingga sebaiknya digunakan dalam 1–2 hari saja.
Freezer untuk Penyimpanan Lebih Lama
Jika daging belum akan digunakan dalam beberapa hari, sebaiknya langsung simpan di freezer dengan suhu di bawah -18°C.
Pada suhu beku, cairan di dalam daging berubah menjadi kristal es sehingga aktivitas bakteri dan mikroorganisme menjadi terhenti. Cara ini membuat daging bisa disimpan jauh lebih lama tanpa cepat rusak.
Berapa Lama Daging Bisa Bertahan?
Lama penyimpanan daging di freezer sangat bergantung pada jenis kemasan yang digunakan. Daging potongan utuh dengan kemasan biasa umumnya dapat bertahan sekitar 4–12 bulan. Sementara itu, daging giling biasanya hanya bertahan sekitar 3–4 bulan.
Jika menggunakan kemasan vakum (vacuum packing), daya tahan daging bisa jauh lebih lama karena udara di dalam kemasan hampir tidak ada. Metode ini juga membantu mengurangi risiko freezer burn dan menjaga kualitas daging tetap baik selama penyimpanan panjang.
Kenapa Daging Kurban Tidak Selalu Cocok Langsung Dibekukan?
Banyak orang mengira daging kurban sebaiknya langsung dimasukkan ke freezer sesaat setelah diterima agar tetap segar. Padahal, daging yang baru disembelih sebenarnya masih mengalami proses perubahan alami sebelum benar benar menjadi “daging matang” secara tekstur.
Jika daging langsung dibekukan terlalu cepat, teksturnya justru bisa menjadi lebih keras dan alot saat dimasak.
Fase Pre Rigor
Sesaat setelah hewan disembelih, otot masih berada dalam fase pre rigor, yaitu kondisi ketika serat otot masih aktif dan belum benar benar rileks.
Jika daging langsung didinginkan terlalu cepat atau dibekukan saat fase ini, serat otot bisa mengalami pengerutan mendadak (cold shortening). Akibatnya, tekstur daging menjadi lebih keras dan alot setelah dimasak.
Karena itu, daging segar biasanya lebih baik didiamkan terlebih dahulu beberapa jam di suhu dingin sebelum dibekukan agar proses alami pada otot selesai dengan lebih stabil.
Fase Rigor Mortis
Setelah beberapa waktu, cadangan energi pada otot akan habis dan daging masuk ke fase rigor mortis atau fase kaku. Pada tahap ini tekstur daging memang cenderung lebih keras dibandingkan kondisi normal.
Karena itu, daging yang dimasak tepat saat fase kaku puncak biasanya terasa lebih keras dan kurang empuk.
Proses Aging Daging
Agar tekstur daging menjadi lebih empuk, daging idealnya diberi waktu istirahat terlebih dahulu melalui proses aging atau pelayuan di suhu dingin.
Selama proses ini, enzim alami di dalam daging perlahan memecah jaringan otot sehingga teksturnya menjadi lebih lembut dan tidak terlalu alot saat dimasak.
Pada daging sapi, proses pelayuan sederhana biasanya dapat dilakukan sekitar 6 jam di suhu dingin sebelum daging dibekukan atau dimasak. Karena itu, daging kurban sebenarnya tidak selalu harus langsung masuk freezer sesaat setelah diterima.
Apakah Vacuum Packing Membantu Daging Lebih Awet?

Ya, vacuum packing atau kemasan vakum memang sangat membantu membuat daging lebih awet saat disimpan di kulkas maupun freezer.
Metode ini bekerja dengan cara mengeluarkan udara dari dalam kemasan sehingga daging tersimpan dalam kondisi minim oksigen. Karena itu, pertumbuhan bakteri pembusuk menjadi jauh lebih lambat dan kualitas daging bisa bertahan lebih lama.
Selain membantu memperpanjang umur simpan, vacuum packing juga membantu menjaga aroma dan rasa daging tetap segar. Lemak pada daging menjadi tidak mudah teroksidasi sehingga risiko bau tengik bisa dikurangi.
Kemasan vakum juga efektif mencegah freezer burn, yaitu kondisi permukaan daging menjadi kering, berubah warna, dan rusak akibat paparan udara dingin freezer terlalu lama. Karena itu, metode ini sering digunakan untuk penyimpanan daging jangka panjang agar tekstur dan kualitasnya tetap terjaga.
Cara Mencairkan Daging Beku yang Benar
Mencairkan daging beku tidak boleh dilakukan sembarangan karena bisa memicu pertumbuhan bakteri jika suhu daging terlalu lama berada di “zona bahaya”, yaitu sekitar 4°C–60°C. Karena itu, mencairkan daging langsung di meja dapur pada suhu ruang sebaiknya dihindari.
Agar tetap aman dan kualitas daging terjaga, berikut beberapa cara mencairkan daging beku yang direkomendasikan:
Cairkan di Chiller Kulkas
Cara paling aman adalah memindahkan daging dari freezer ke chiller kulkas. Proses ini memang lebih lama, tetapi suhu daging tetap stabil di bawah 5°C sehingga pertumbuhan bakteri bisa ditekan.
Biasanya, daging membutuhkan waktu sekitar 24 jam untuk mencair sempurna tergantung ukuran potongannya.
Rendam dengan Air Dingin
Jika ingin lebih cepat, daging bisa direndam menggunakan air dingin mengalir. Pastikan daging dibungkus rapat menggunakan plastik kedap air agar tidak terkontaminasi air dari luar.
Metode ini umumnya membutuhkan waktu sekitar 30 menit per 500 gram daging. Setelah cair, daging sebaiknya langsung dimasak dan tidak dibekukan kembali.
Gunakan Microwave
Microwave juga bisa digunakan dengan mode defrost atau daya rendah. Namun, panas microwave sering tidak merata sehingga beberapa bagian daging bisa mulai matang lebih dulu.
Karena itu, daging yang dicairkan dengan microwave harus segera dimasak setelah proses pencairan selesai.
Baca juga: Mitos atau Fakta: Mencuci Ayam Mentah Sebarkan Bakteri?
Kesimpulan
Menyimpan daging kurban dengan benar bukan hanya membuat daging lebih awet, tetapi juga membantu menjaga kualitas, tekstur, dan keamanannya saat dikonsumsi.
Setelah menerima daging, sebaiknya segera pindahkan dari kantong kresek, bagi sesuai porsi masak, lalu simpan menggunakan wadah atau plastik food grade yang tertutup rapat.
Selain itu, hindari langsung mencuci daging sebelum disimpan karena justru dapat menyebarkan bakteri ke area dapur. Daging juga sebaiknya tidak langsung dibekukan sesaat setelah penyembelihan agar teksturnya tidak menjadi keras dan alot saat dimasak.
Untuk penyimpanan jangka panjang, penggunaan kemasan vakum (vacuum packing) dan metode pencairan daging yang benar dapat membantu menjaga kualitas daging tetap segar lebih lama sekaligus mengurangi risiko bau, freezer burn, dan kerusakan tekstur.
Referensi:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2009). Peringatan Publik (Public Warning) BPOM RI No KH.00.02.1.55.2890 tentang Kantong Plastik “KRESEK”.
Poety, M. K., Sriyani, N. L. P., & Oka, A. A. (2020). Kualitas Fisik Daging Sapi yang Dilayukan Secara Tradisional. Program Studi Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana.
USDA Food Safety and Inspection Service. (n.d.). How to Thaw Meat Safely | Step-by-Step USDA Methods. My Food Service License, Food Protection Manager Resources.
Widati, A. S. (2008). Pengaruh Lama Pelayuan, Temperatur Pembekuan dan Bahan Pengemas Terhadap Kualitas Kimia Daging Sapi Beku. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak, 3(2), 39-49.






