
Ceker ayam merupakan salah satu bagian ayam yang memiliki banyak penggemar. Teksturnya yang kenyal dan gurih membuat ceker sering diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari sop, soto, seblak, dim sum, hingga ceker pedas. Tak sedikit pula yang menganggap ceker ayam sebagai sumber kolagen alami yang baik untuk kesehatan kulit dan persendian.
Di balik popularitasnya, masih banyak pertanyaan seputar nilai gizi ceker ayam. Sebagian orang menganggap ceker sangat menyehatkan, sementara yang lain khawatir terhadap kandungan lemak dan kolesterolnya. Karena itu, penting untuk memahami kandungan nutrisi, manfaat, serta potensi efek sampingnya sebelum mengonsumsinya secara rutin.
Lalu, apakah ceker ayam benar-benar sehat? Apa saja manfaat ceker ayam bagi tubuh, dan adakah risiko yang perlu diperhatikan? Simak penjelasannya berikut ini.
Kandungan Gizi Ceker Ayam
Meskipun terlihat sederhana, ceker ayam memiliki komposisi nutrisi yang cukup unik. Berbeda dengan dada atau paha ayam yang didominasi jaringan otot, ceker ayam sebagian besar tersusun atas kulit, tendon, tulang rawan (kartilago), dan jaringan ikat yang kaya kolagen.
Dalam 100 gram ceker ayam matang, terkandung sekitar 215–218 kalori dengan berbagai zat gizi penting, antara lain:
- Protein: 19–19,5 gram
- Lemak: 14,5–15 gram
- Karbohidrat: 0,2 gram
- Kalsium: 88–90 mg
- Fosfor: 83 mg
- Zat besi: 0,9–1 mg
- Folat (Vitamin B9): 85–86 mcg
Selain itu, ceker ayam juga mengandung berbagai mikronutrien lain seperti vitamin A, vitamin B12, kolin, zinc, serta sejumlah asam lemak tak jenuh yang berperan dalam berbagai proses metabolisme tubuh.
Yang paling menonjol dari ceker ayam adalah kandungan kolagen, yaitu protein struktural yang menyusun kulit, tulang rawan, tendon, dan ligamen. Saat dimasak dalam waktu lama, kolagen akan terurai menjadi gelatin yang memberikan tekstur kenyal khas pada ceker ayam dan sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.
Manfaat Ceker Ayam untuk Tubuh
Meskipun sering dianggap hanya sebagai bagian pelengkap masakan, ceker ayam ternyata mengandung berbagai zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Berikut beberapa manfaat ceker ayam yang didukung oleh kandungan nutrisinya.
Sumber Protein yang Dibutuhkan Tubuh
Ceker ayam mengandung protein hewani yang berperan penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Protein juga dibutuhkan untuk pembentukan enzim, hormon, serta berbagai komponen sistem kekebalan tubuh yang membantu melawan infeksi.
Karena itu, konsumsi protein yang cukup sangat penting untuk mendukung pertumbuhan, menjaga massa otot, dan membantu proses pemulihan jaringan yang rusak.
Mengandung Mineral seperti Kalsium dan Fosfor
Ceker ayam juga mengandung mineral penting seperti kalsium dan fosfor yang berperan dalam pembentukan serta pemeliharaan tulang dan gigi.
Kedua mineral ini bekerja bersama untuk menjaga kepadatan tulang dan mendukung berbagai fungsi tubuh, termasuk kontraksi otot dan transmisi sinyal saraf.
Membantu Memenuhi Kebutuhan Energi
Kandungan protein dan lemak pada ceker ayam turut menyumbang energi bagi tubuh. Selain itu, ceker ayam juga mengandung zat besi, folat, vitamin B12, dan kolin yang berperan dalam pembentukan sel darah merah serta mendukung fungsi sistem saraf.
Karena mengandung berbagai zat gizi tersebut, ceker ayam dapat menjadi salah satu sumber protein hewani yang melengkapi kebutuhan nutrisi harian jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
Benarkah Ceker Ayam Kaya Kolagen?

Ya. Ceker ayam memang dikenal sebagai salah satu sumber kolagen alami yang cukup tinggi. Hal ini karena sebagian besar jaringan penyusunnya berupa kulit, tendon, ligamen, dan tulang rawan yang kaya akan protein kolagen.
Saat ceker ayam direbus dalam waktu lama, kolagen akan terurai menjadi gelatin yang larut ke dalam kuah. Gelatin inilah yang membuat kaldu ceker terasa lebih kental dan sedikit lengket ketika dingin.
Meskipun tubuh tetap akan memecah kolagen menjadi asam amino selama proses pencernaan, konsumsi makanan yang kaya kolagen dapat membantu menyediakan bahan baku yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk kolagen baru. Karena itu, ceker ayam sering dimanfaatkan sebagai salah satu sumber kolagen alami dalam pola makan sehari-hari.
Kolagen berperan dalam menjaga elastisitas dan kelembapan kulit, serta membantu mempertahankan struktur jaringan ikat di dalam tubuh. Selain itu, kolagen dan komponen penyusun tulang rawan lainnya juga berperan dalam menjaga kesehatan sendi, terutama seiring bertambahnya usia.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplementasi kolagen dapat membantu mengurangi keluhan nyeri sendi dan mendukung kesehatan tulang rawan, meskipun manfaatnya tetap perlu didukung oleh pola makan yang seimbang.
Efek Samping Mengonsumsi Ceker Ayam Berlebihan
Meski kaya protein dan kolagen, ceker ayam tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Konsumsi berlebihan, terutama jika diolah dengan banyak minyak, garam, atau bumbu instan, dapat menimbulkan beberapa risiko kesehatan.
Dapat Meningkatkan Asupan Lemak dan Kalori
Sebagian besar lemak pada ceker ayam berasal dari kulit dan jaringan di bawah kulit. Jika ceker diolah dengan cara digoreng, kandungan kalorinya dapat meningkat karena menyerap minyak selama proses memasak.
Selain menambah kalori, penggunaan minyak secara berulang atau penggorengan suhu tinggi juga dapat menghasilkan senyawa yang kurang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering.
Mengandung Kolesterol yang Perlu Diperhatikan
Dalam 100 gram ceker ayam matang terkandung sekitar 84–85 mg kolesterol. Jumlah ini masih dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi perlu diperhatikan oleh orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi, penyakit jantung, atau gangguan metabolisme lemak.
Bagi kelompok tersebut, konsumsi ceker ayam sebaiknya tidak berlebihan dan tetap diimbangi dengan pola makan yang kaya sayur, buah, serta sumber protein rendah lemak lainnya.
Tips Memilih dan Mengolah Ceker Ayam yang Aman
Agar manfaat ceker ayam bisa diperoleh secara optimal, penting untuk memperhatikan kualitas bahan baku serta cara pengolahannya. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:
1. Pilih Ceker Ayam yang Segar
Saat membeli, pilih ceker ayam yang memiliki ciri-ciri berikut:
- Berwarna putih hingga merah muda segar.
- Teksturnya kenyal dan elastis saat ditekan.
- Tidak berlendir.
- Tidak mengeluarkan bau amis berlebihan, bau asam, atau bau amonia yang menyengat.
Hindari ceker yang tampak kusam, terlalu lembek, atau menunjukkan tanda-tanda pembusukan.
2. Hindari Ceker dengan Bubul atau Luka
Periksa bagian telapak kaki dan permukaan ceker sebelum membeli.
Jangan pilih ceker yang memiliki:
- Keropeng hitam atau cokelat pada telapak kaki.
- Luka terbuka atau bekas infeksi.
- Pembengkakan yang tidak normal.
- Memar kehijauan atau kebiruan.
- Lesi bernanah.
Kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya infeksi atau kualitas bahan yang sudah menurun.
3. Bersihkan Ceker dengan Benar
Sebelum dimasak, lakukan pembersihan secara menyeluruh:
- Potong kuku ceker karena bagian ini sering menjadi tempat menempel kotoran.
- Kupas lapisan kulit luar yang berwarna kekuningan jika masih menempel.
- Cuci di bawah air mengalir hingga bersih.
- Buang bagian yang tampak rusak, memar, atau mencurigakan.
4. Masak Hingga Matang Sempurna
Ceker ayam sebaiknya dimasak hingga benar-benar matang untuk membantu mengurangi risiko kontaminasi bakteri.
Beberapa cara yang umum dilakukan:
- Rebus hingga empuk sebelum diolah lebih lanjut.
- Gunakan panci presto untuk mempercepat pelunakan jaringan ikat dan tulang rawan.
- Pastikan bagian terdalam mencapai suhu aman untuk konsumsi.
Memasak hingga matang juga membantu melunakkan kolagen sehingga teksturnya menjadi lebih empuk dan mudah dinikmati.
5. Simpan dengan Suhu yang Tepat
Jika tidak langsung diolah:
- Simpan dalam wadah tertutup atau kantong kedap udara.
- Pisahkan dari bahan makanan siap santap untuk mencegah kontaminasi silang.
- Simpan di kulkas (≤4°C) dan gunakan dalam 1–2 hari.
- Untuk penyimpanan lebih lama, bekukan di freezer (-18°C) dan cairkan di kulkas sebelum digunakan.
Baca juga: Apakah Telur Ayam Kampung Mentah Boleh Dikonsumsi? Ini Faktanya
Kesimpulan
Ceker ayam merupakan sumber protein hewani yang kaya kolagen, serta mengandung berbagai nutrisi penting seperti kalsium, fosfor, folat, vitamin B12, dan zinc. Kandungan tersebut membuat ceker ayam berpotensi mendukung kesehatan kulit, sendi, dan tulang jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
Meski demikian, ceker ayam juga mengandung lemak dan kolesterol yang perlu diperhatikan, terutama bagi individu dengan riwayat penyakit jantung atau gangguan metabolisme lemak.
Selain itu, aspek keamanan pangan tidak boleh diabaikan. Hindari mengonsumsi ceker yang menunjukkan tanda-tanda bubul, luka, atau infeksi, dan pastikan ceker dibersihkan serta dimasak hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi.
Dengan memilih bahan yang segar, mengolahnya secara higienis, dan mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar, ceker ayam dapat menjadi salah satu sumber protein yang lezat sekaligus bernilai gizi bagi tubuh.
Referensi:
Derbal, S., & Hanfer, M. (2025). The incidence of pododermatitis on broiler carcasses: lesion characteristics and sensitivity of acetic acid on associated bacteria. Archives of Veterinary Science, 31(1), 1-6.
Hidayatullah, A., et al. (2023). Isolasi Bakteri Escherichia coli Resistan Antibiotik pada Ceker Ayam di Pasar Tradisional di Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. CABI Digital Library.






