MITOS! Mencuci daun bawang sebelum disimpan di kulkas justru dapat mempercepat pembusukan apabila tidak dikeringkan secara sempurna. Air yang tertinggal di sela-sela daun menciptakan kelembapan tinggi yang mempercepat pertumbuhan bakteri dan jamur.
Daun bawang (Allium fistulosum L.) adalah tanaman aromatik dari keluarga bawang-bawangan yang kaya air (sekitar 89–95%), rendah kalori (32 kkal/100 gram), serta mengandung vitamin K (207 µg), vitamin C (18,8 mg), kalium (276 mg), dan senyawa sulfur aromatik seperti allicin.
Dalam keseharian, manfaat daun bawang lebih banyak dirasakan sebagai penambah cita rasa alami, sumber antioksidan, dan bahan masakan rendah kalori.
Cara simpan daun bawang terbaik adalah menyimpannya dalam keadaan kering, dibungkus tisu dapur, lalu dimasukkan ke wadah tertutup di kulkas. Jika ingin lebih awet, daun bawang dapat diiris dan dibekukan hingga 3 bulan.

Kalau ada satu bahan dapur yang hampir selalu muncul di masakan Indonesia, jawabannya mungkin adalah daun bawang.
Mulai dari bakso, soto, martabak, nasi goreng, hingga telur dadar, aroma segar dan sedikit pedas dari daun bawang mampu membuat masakan sederhana terasa jauh lebih nikmat.
Namun, ada satu pertanyaan yang selalu menjadi perdebatan di dapur: “Apakah daun bawang harus dicuci dulu sebelum masuk kulkas, kan?”
Ternyata, menurut sains pangan, jawabannya tidak sesederhana itu. Yuk, kita bedah faktanya!
Apa Itu Daun Bawang?
Daun bawang adalah tanaman aromatik dari keluarga Amaryllidaceae dengan nama ilmiah Allium fistulosum L. yang masih satu keluarga dengan bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai.
Tanaman ini diperkirakan berasal dari kawasan Asia Timur dan Asia Tengah yang kemudian menyebar luas ke seluruh dunia sebagai sayuran sekaligus bumbu masakan.
Berbeda dengan bawang merah atau bawang putih, daun bawang tidak membentuk umbi besar di bawah tanah. Bagian yang biasa dikonsumsi justru terdiri dari:
1. Batang semu putih
- Tekstur lebih renyah
- Aroma bawang lebih kuat
- Sering digunakan untuk tumisan dan kuah
2. Daun hijau berongga
- Bentuk menyerupai tabung
- Aroma lebih ringan
- Cocok sebagai garnish atau taburan
Daun Bawang, Kucai, Prei, dan Loncang: Apa Bedanya?
Banyak orang masih tertukar membedakan anggota keluarga bawang ini.
| Jenis | Bentuk | Aroma | Karakter |
|---|---|---|---|
| Daun bawang | Berongga seperti pipa | Tajam segar | Paling umum di Indonesia |
| Loncang | Sama dengan daun bawang | Sama | Hanya beda nama daerah |
| Daun prei (leek) | Pipih dan besar | Lebih lembut | Cocok untuk sup dan stew |
| Kucai | Tipis seperti rumput | Mirip bawang putih | Umumnya untuk dimsum dan tumisan |
Jadi, kalau kamu mendengar istilah loncang, sebenarnya itu hanyalah nama lain dari daun bawang.
Kandungan Daun Bawang per 100 Gram
Meski sering hanya dijadikan taburan, ternyata kandungan daun bawang cukup menarik seperti berikut ini:
| Kandungan | Jumlah |
|---|---|
| Energi | 32 kkal |
| Air | 89–95 g |
| Protein | 1,8 g |
| Karbohidrat | 7,3 g |
| Serat | 2,6 g |
| Lemak | 0,2 g |
| Kalium | 276 mg |
| Kalsium | 72 mg |
| Vitamin C | 18,8 mg |
| Vitamin K | 207 µg |
| Beta-karoten | 2.000–2.500 µg |
Selain itu, daun bawang juga mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti:
- Allicin
- Alliin
- Quercetin
- Kaempferol
- Senyawa organosulfur
Kenapa Daun Bawang Bisa Beraroma Tajam?
Kalau kamu pernah memotong daun bawang lalu langsung mencium aroma khasnya, itu bukan kebetulan.
Saat jaringan daun bawang dipotong, enzim alliinase akan mengubah senyawa alliin menjadi allicin.
Senyawa inilah yang menghasilkan:
- aroma khas bawang
- sensasi gurih alami
- rasa sedikit pedas
- aroma yang membuat masakan terasa lebih sedap
Itulah sebabnya daun bawang sering disebut sebagai natural flavor enhancer di dapur.
Manfaat Daun Bawang untuk Keseharian
Berikut manfaat praktis daun bawang dalam kehidupan sehari-hari.
1. Membuat makanan lebih gurih secara alami
Senyawa sulfur dan asam amino di dalam daun bawang membantu meningkatkan persepsi rasa umami pada makanan.
2. Menambah volume makanan tanpa menambah banyak kalori
Dengan hanya sekitar 32 kkal per 100 gram, daun bawang menjadi bahan ideal untuk telur dadar, nasi goreng, sup, tumisan, dan mie.
3. Memberi tambahan serat harian
Kandungan seratnya membantu menambah volume makanan sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih lama.
Mitos atau Fakta: Daun Bawang Harus Dicuci Sebelum Disimpan?
MITOS!
Ini mungkin salah satu kesalahan paling umum di dapur.
Ketika daun bawang dicuci, air akan masuk ke rongga daun, sela-sela lapisan batang, dan permukaan epidermis.
Jika tidak dikeringkan sempurna, air tersebut akan:
- meningkatkan kelembapan
- mempercepat pertumbuhan bakteri
- mempercepat pertumbuhan jamur
- mempercepat kerusakan klorofil
Akibatnya, daun bawang menjadi layu, kuning, berlendir, dan berbau busuk
Cara Simpan Daun Bawang yang Benar
Metode 1: Simpan Segar di Kulkas (Awet 2–3 Minggu)
- Jangan dicuci.
- Bersihkan tanah kering menggunakan tisu.
- Bungkus dengan tisu dapur kering.
- Masukkan ke wadah tertutup atau ziplock.
- Simpan di laci sayur kulkas pada suhu 5–10°C.
Metode 2: Simpan Beku (Awet hingga 3 Bulan)
Kalau kamu sering memakai daun bawang sedikit demi sedikit:
- Cuci tepat sebelum dipotong.
- Keringkan hingga benar-benar tidak ada air.
- Iris sesuai kebutuhan.
- Masukkan ke wadah kedap udara.
- Simpan di freezer.
Keuntungannya:
- tidak perlu thawing,
- bisa langsung dituang ke masakan,
- lebih hemat dan minim food waste.

Ciri Daun Bawang Tidak Layak Konsumsi
Segera buang daun bawang apabila sudah menunjukkan tanda berikut:
- Warna berubah kuning atau cokelat: Menandakan klorofil sudah rusak.
- Batang menjadi lembek: Tekanan turgor sel sudah hilang.
- Permukaan berlendir: Menandakan aktivitas bakteri pembusuk.
- Bau asam atau belerang menyengat: Merupakan indikasi pembusukan mikroba.
Kesimpulan
Ternyata, anggapan bahwa daun bawang harus dicuci sebelum masuk kulkas adalah MITOS. Dalam ilmu pascapanen, kelembapan justru merupakan musuh terbesar daun bawang.
Kalau kamu ingin menerapkan prinsip zero waste di dapur, simpanlah daun bawang dalam keadaan kering, bungkus dengan tisu, lalu letakkan di kulkas atau freezer. Selain lebih hemat, aroma dan kualitasnya juga bisa bertahan jauh lebih lama.
Sekarang kamu sudah tahu cara menyimpan daun bawang dengan benar, kan? Yuk, jangan lupa share artikel ini ke temanmu supaya tahu manfaat daun bawang!
FAQ Seputar Daun Bawang
Apakah loncang dan daun bawang berbeda?
Tidak. Loncang hanyalah nama daerah untuk daun bawang.
Kenapa daun bawang cepat berlendir di kulkas?
Karena kelembapan terlalu tinggi, biasanya akibat dicuci sebelum disimpan.
Apakah daun bawang bisa dibekukan?
Bisa. Dalam freezer, daun bawang dapat bertahan hingga sekitar 3 bulan.
Bagian mana yang paling harum?
Bagian putih bawah memiliki aroma sulfur paling kuat, sedangkan bagian hijau lebih ringan dan segar.
Referensi:
Ariesta, I. P., Syska, K., & Nurhayati, A. D. (2023). Pendugaam Umur Simpan Daun Bawang (Allium Fistulosum L.) Terolah Minimal Menggunakan Metode ASLT (Accelerated Shelf Life Test) Model Arrhenius. Jurnal Agritechno, 16(2), 141-147.[1]
Florensi, W. M., Molenaar, R., & Lengkey, L. C. C. H. E. (2020). Analisis Mutu dan Ekonomi Penerapan Pengemasan Vakum Bawang Daun Potongan (Allium fistulosum L.) Selama Penyimpanan. Jurnal Teknologi Pertanian, 11(2), 73-82.
Kim, S. H., Yoon, J. B., Han, J., Seo, Y. A., Kang, B. H., Lee, J., & Ochar, K. (2023). Green Onion (Allium fistulosum): An Aromatic Vegetable Crop Esteemed for Food, Nutritional and Therapeutic Significance. Foods, 12(24), 4503.
Xie, T., Wu, Q., Lu, H., Hu, Z., Luo, Y., Chu, Z., & Luo, F. (2023). Functional Perspective of Leeks: Active Components, Health Benefits and Action Mechanisms. Foods, 12(17), 3225.






