Benarkah Kangkung Bikin Mengantuk? Ini Penjelasan Sainsnya!

Jawaban singkatnya: ya, kangkung memang berpotensi memberikan efek menenangkan sehingga sebagian orang merasa lebih mengantuk setelah mengonsumsinya. Namun, efek tersebut bukan berarti semua orang pasti langsung tertidur setelah makan kangkung. Besarnya efek dipengaruhi oleh jumlah yang dikonsumsi, kondisi tubuh, hingga makanan lain yang disantap bersamaan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kangkung (Ipomoea aquatica) mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid dan flavonoid yang memiliki aktivitas sedatif ringan. Bahkan, penelitian pada hewan percobaan menunjukkan ekstrak kangkung mampu mempercepat waktu mulai tidur dan memperpanjang durasi tidur (Setiawan et al., 2012; Suni et al., 2022).

Penelitian pada manusia juga menemukan konsumsi 200 gram kangkung memperlambat waktu reaksi sederhana, yang menunjukkan adanya penurunan kewaspadaan (Junilla et al., 2013). Lalu, mengapa hal itu bisa terjadi? Yuk, simak penjelasannya.

Terdapat dua jenis kangkung yakni kangkung darat dan kangkung air

Apa Itu Kangkung?

Kangkung adalah sayuran hijau dari famili Convolvulaceae dengan nama ilmiah Ipomoea aquatica. Tanaman ini berasal dari wilayah Tiongkok dan kemudian menyebar ke berbagai negara tropis seperti Indonesia, India, Sri Lanka, Afrika, hingga Australia.

Kangkung termasuk tanaman yang mudah tumbuh, cepat dipanen, dan menjadi salah satu sayuran yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia karena harganya terjangkau serta mudah diolah menjadi berbagai masakan.

Jenis Kangkung yang Paling Sering Dijumpai

Secara umum terdapat dua jenis kangkung yang sering dijual di pasar.

1. Kangkung Darat (Ipomoea reptans)

Ciri-cirinya:

  • daun lebih panjang dan runcing
  • warna hijau terang
  • batang lebih kecil
  • ditanam di lahan kering

Jenis ini lebih banyak dibudidayakan karena rasanya dianggap lebih enak dan lebih bersih dibanding kangkung air (Rasyid et al., 2016).

2. Kangkung Air (Ipomoea aquatica)

Memiliki karakteristik:

  • batang berongga
  • daun lebih lebar
  • warna hijau lebih gelap
  • tumbuh di area berair seperti kolam atau rawa

Benarkah Kangkung Bikin Mengantuk?

Jawabannya iya, tetapi efeknya tergolong ringan.

Ada beberapa alasan ilmiah mengapa kangkung sering dikaitkan dengan rasa kantuk.

1. Mengandung alkaloid yang bersifat sedatif

Kangkung mengandung senyawa alkaloid yang bekerja pada sistem saraf pusat.

Menurut Suni et al. (2022), alkaloid dapat berikatan dengan reseptor GABA (Gamma Aminobutyric Acid) sehingga membuka saluran ion klorida pada sel saraf. Akibatnya aktivitas sel saraf menjadi lebih lambat sehingga tubuh menjadi lebih rileks dan muncul efek sedatif.

2. Mengandung flavonoid seperti quercetin

Selain alkaloid, kangkung juga kaya flavonoid.

Penelitian Khan et al. (2011) menemukan bahwa flavonoid utama pada kangkung adalah quercetin. Senyawa ini diketahui dapat memodulasi reseptor GABA sehingga membantu menghasilkan efek menenangkan.

3. Penelitian pada hewan membuktikan efek hipnotik

Setiawan et al. (2012) menunjukkan bahwa ekstrak etanol kangkung mampu:

  • mempercepat waktu mulai tidur (sleep onset)
  • memperpanjang durasi tidur

Efek tersebut meningkat seiring bertambahnya dosis ekstrak yang diberikan pada mencit.

4. Penelitian pada manusia menunjukkan kewaspadaan menurun

Penelitian Junilla et al. (2013) melibatkan wanita dewasa yang mengonsumsi sekitar 200 gram kangkung rebus.

Hasilnya menunjukkan waktu reaksi terhadap rangsangan cahaya menjadi lebih lambat secara signifikan setelah konsumsi kangkung. Artinya, tingkat kewaspadaan memang sedikit menurun.

Namun perlu diingat, penelitian ini tidak berarti semua orang akan langsung mengantuk setelah makan kangkung. Respons tubuh setiap orang dapat berbeda.

Kandungan Gizi Kangkung

Meski murah, kandungan gizi kangkung cukup lengkap. Berikut kandungan nutrisi dalam setiap 100 gram kangkung segar (Nurul & Mardiana, 2023):

Kandungan GiziJumlah
Energi29 kkal
Protein3 g
Lemak0,3 g
Karbohidrat5,4 g
Serat1 g
Air89,7 g
Kalsium73 mg
Fosfor50 mg
Zat Besi2,5 mg
Vitamin A6.300 IU
Vitamin C32 mg
Vitamin B10,07 mg

Selain itu, kangkung juga mengandung kalium dan natrium yang cukup tinggi.

Menariknya, penelitian Rasyid et al. (2016) menemukan bahwa bagian daun mengandung zat besi sekitar tiga kali lebih tinggi dibanding batangnya, sehingga daun kangkung menjadi bagian yang paling kaya mineral.

Manfaat Kangkung

Selain dikenal karena efek relaksasinya, manfaat kangkung juga berkaitan dengan kandungan gizinya. Beberapa manfaat dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

Menjadi sumber vitamin dan mineral

Kangkung menyediakan vitamin A, vitamin C, zat besi, kalsium, dan fosfor yang penting sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Mudah diolah menjadi berbagai makanan

Kangkung dapat diolah menjadi tumis, sayur bening, plecing, cah kangkung, atau lalapan.

Bahkan kini sudah banyak inovasi produk seperti abon kangkung yang memiliki masa simpan lebih panjang dan nilai ekonomi lebih tinggi (Nurul & Mardiana, 2023).

Harga terjangkau

Kangkung merupakan salah satu sayuran hijau dengan harga relatif murah sehingga mudah dijangkau oleh hampir semua kalangan masyarakat.

Cara Simpan Kangkung agar Tetap Segar

Karena kandungan airnya sangat tinggi, kangkung termasuk sayuran yang cepat layu. Agar tetap segar:

  • jangan dicuci sebelum disimpan
  • bungkus menggunakan tisu atau paper towel kering
  • simpan di kantong plastik berlubang atau wadah berlubang
  • letakkan di laci sayur kulkas

Jika sudah dicuci, sebaiknya segera dimasak agar kualitasnya tidak cepat menurun.

Perbandingan antara kangkung normal yang masih bisa dikonsumsi vs kangkung yang daun menguning atau hitam

Ciri Kangkung yang Sudah Tidak Layak Konsumsi

Hindari mengonsumsi kangkung apabila memiliki ciri berikut:

  • daun menguning atau menghitam
  • batang berlendir
  • tekstur lembek
  • berbau asam atau busuk
  • muncul jamur pada daun atau batang

Pilih kangkung yang masih berwarna hijau cerah, batang renyah, dan daun tidak layu.

Kesimpulan

Anggapan bahwa kangkung bikin mengantuk ternyata memiliki dasar ilmiah. Berbagai penelitian menunjukkan kangkung mengandung senyawa alkaloid dan flavonoid yang dapat memberikan efek sedatif ringan melalui sistem saraf.

Selain itu, penelitian pada manusia maupun hewan juga menunjukkan adanya penurunan kewaspadaan dan peningkatan efek relaksasi setelah konsumsi kangkung.

Meski demikian, kangkung tetap merupakan sayuran bergizi yang kaya vitamin, mineral, dan serat. Selama diolah dengan baik, disimpan dengan benar, dan dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang, kangkung tetap menjadi pilihan sayuran yang sehat dan ekonomis.

Nah, sekarang kamu sudah tahu fakta di balik mengonsumsi kangkun, kalau kamu suka baca artikel tentang bahan makanan, jangan lupa share artikel ini ke temanmu, ya!

FAQ

Apakah kangkung benar-benar bikin mengantuk?

Ya. Penelitian menunjukkan kangkung mengandung alkaloid dan flavonoid yang memiliki efek sedatif ringan. Namun efeknya berbeda pada setiap orang.

Apakah semua orang akan mengantuk setelah makan kangkung?

Tidak. Respons tubuh setiap orang berbeda tergantung jumlah konsumsi, kondisi tubuh, dan makanan lain yang dikonsumsi.

Kangkung air atau kangkung darat yang lebih baik?

Keduanya sama-sama bergizi. Kangkung darat biasanya lebih disukai karena rasanya lebih enak dan dianggap lebih bersih, sedangkan kangkung air memiliki batang lebih besar dan tumbuh di area berair.

Apakah kangkung boleh dimakan setiap hari?

Selama dikonsumsi dalam porsi wajar sebagai bagian dari pola makan yang beragam, kangkung dapat menjadi salah satu pilihan sayuran hijau sehari-hari.

Referensi:

Dayanti, S. B., Moelyaningrum, A. D., & Ellyke. (2020). Higiene Sanitasi dan Kandungan Formalin pada Usus Ayam di Pasar Tradisional Kabupaten Jember. JPH RECODE, 4(1), 61-70.

Junilla, R., Tinia, S., & Suhendra, A. (2013). Pengaruh Kangkung (Ipomoea aquatica) terhadap Waktu Reaksi Sederhana Wanita Dewasa. Jurnal Kedokteran Universitas Kristen Maranatha, 1-4.

Khan, M. J., Saini, V., Bhati, V. S., Karchuli, M. S., & Kasture, S. B. (2011). Anxiolytic activity of Ipomoea aquatica leaves. European Journal of Experimental Biology, 1(1), 63-70.

Nurul, A., & Mardiana. (2023). Pemanfaatan Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir) Menjadi Abon Kangkung Sebagai Pangan Fungsional di Desa Cipareuan Kabupaten Garut. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 6(5), 1710-1716.

Rasyid, N. Q., Hasnawati., & Hesty. (2016). Analisis Kadar Zat Besi pada Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir) Menggunakan Destruksi Asam Pekat. Jurnal Medika: Media Ilmiah Analis Kesehatan, 1(3), 37-41.

Setiawan, I., Evacuasiany, E., & Suherman, J. (2012). Efek Hipnotik Ekstrak Etanol Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk.) pada Mencit Swiss Webster Jantan yang Diinduksi Fenobarbital. Jurnal Medika Planta, 2(1), 93-100.

Suni, R. A., Julyani, S., Rasfayanah., Sommeng, F., & Maharani, R. N. (2022). Pengaruh Ekstrak Kangkung Air (Ipomoea aquatica) Terhadap Efek Sedasi pada Mencit (Mus musculus). Fakumi Medical Journal, 2(10), 718-726.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top