Perbedaan Parsley dan Seledri, Jangan Sampai Salah!

perbedaan parsley dan seledri

Pernah membeli parsley, tetapi yang sampai di rumah ternyata seledri? Atau sebaliknya? Meski sekilas terlihat mirip, kedua daun ini sebenarnya bukan tanaman yang sama. Perbedaan parsley dan seledri bukan hanya dari bentuk daun, tetapi juga aroma, rasa, kandungan gizi, hingga cara penggunaannya dalam masakan.

Parsley (Petroselinum crispum) dan seledri (Apium graveolens) memang masih berada dalam famili yang sama, yaitu Apiaceae. Namun, masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda dan dapat memberikan hasil akhir yang berbeda pula pada sebuah hidangan. Yuk, kenali perbedaannya agar kamu tidak salah pilih saat berbelanja atau memasak.

Apakah Parsley dan Peterseli Itu Sama?

Ya. Parsley dan peterseli adalah tanaman yang sama, yaitu Petroselinum crispum. Perbedaannya hanya terletak pada penyebutannya. Kata peterseli berasal dari bahasa Belanda peterselie, sedangkan parsley merupakan nama dalam bahasa Inggris.

Menariknya, nama parsley sendiri berasal dari bahasa Yunani petroselinon yang berarti “seledri batu” karena tanaman ini dahulu banyak tumbuh di sela-sela bebatuan di kawasan Mediterania.

Jenis-jenis Parsley

Parsley memiliki beberapa varietas dengan bentuk dan fungsi yang berbeda dalam masakan.

  • Curly-leaf parsley (Petroselinum crispum var. crispum)
    Memiliki daun yang keriting dan berwarna hijau cerah. Jenis ini paling sering digunakan sebagai garnish atau hiasan hidangan.
  • Flat-leaf atau Italian parsley (Petroselinum crispum var. neapolitanum)
    Daunnya lebih datar dengan aroma yang lebih kuat. Karena tahan panas, jenis ini lebih sering digunakan untuk sup, saus, maupun berbagai hidangan yang dimasak.
  • Hamburg atau Root parsley (Petroselinum crispum var. tuberosum)
    Berbeda dari dua jenis sebelumnya, varietas ini dibudidayakan untuk diambil akar umbinya yang berukuran besar. Rasanya merupakan perpaduan antara parsley dan seledri.

Jenis-jenis Seledri

Seledri juga memiliki beberapa varietas yang dibedakan berdasarkan bagian tanaman yang dimanfaatkan.

  • Seledri batang (Apium graveolens var. dulce)
    Memiliki batang yang tebal, renyah, dan berair. Jenis ini banyak digunakan untuk salad atau masakan Barat, serta sering dijual di supermarket.
  • Seledri daun (kelompok secalinum)
    Inilah jenis seledri yang paling sering dijumpai di Indonesia. Batangnya lebih kecil dengan aroma yang lebih kuat sehingga cocok untuk sup, soto, bakso, dan berbagai masakan berkuah.
  • Celeriac (Apium graveolens var. rapaceum)
    Varietas ini dibudidayakan untuk diambil umbi akarnya yang besar. Umbinya dapat diolah menjadi sup, puree, atau dipanggang sebagai sayuran.

Apa Perbedaan Parsley dan Seledri?

Meskipun sama-sama berasal dari famili Apiaceae, parsley dan seledri memiliki perbedaan yang cukup jelas, mulai dari bentuk daun hingga cara penggunaannya dalam masakan.

PerbedaanParsley (Petroselinum crispum)Seledri (Apium graveolens)
Bentuk daunSegitiga dengan gerigi yang tajamLebih lebar, berbentuk oval atau belah ketupat dengan gerigi yang lebih tumpul
BatangKecil, bulat, dan halusLebih tebal, kaku, serta memiliki alur berbentuk U atau bulan sabit
AromaRingan, segar, dan sedikit seperti rumputLebih tajam, gurih, dan earthy
RasaSegar dengan sedikit rasa pahitLebih kuat dengan sedikit rasa asin alami
PenggunaanGarnish, salad, dan penyedap di akhir masakanSup, soto, kaldu, tumisan, dan bumbu aromatik
Kandungan gizi unggulanTinggi vitamin K, vitamin C, vitamin A, dan zat besiTinggi air, serat, dan senyawa phthalides
jenis jenis parsley dan seledri

Bagaimana Cara Membedakan Daun Parsley dan Seledri?

Kalau hanya melihat sekilas, parsley dan seledri memang mudah tertukar. Namun, ada beberapa ciri yang bisa kamu perhatikan.

  • Lihat bentuk gerigi daunnya. Daun parsley memiliki gerigi yang lebih tajam dan rapat, sedangkan gerigi daun seledri lebih lebar dan tumpul.
  • Perhatikan warnanya. Parsley umumnya berwarna hijau tua dengan permukaan yang lebih matte, sementara seledri cenderung berwarna hijau lebih terang dan sedikit mengilap.
  • Amati batangnya. Batang parsley berbentuk bulat dan ramping. Sebaliknya, batang seledri lebih tebal dengan alur menyerupai huruf U atau bulan sabit.
  • Cium aromanya. Parsley memiliki aroma yang lebih lembut dan segar, sedangkan seledri mengeluarkan aroma yang jauh lebih kuat dan khas.

Perbedaan Kandungan Gizi Parsley dan Seledri

Baik parsley maupun seledri sama-sama bergizi, tetapi keduanya memiliki keunggulan yang berbeda.

Parsley memiliki kepadatan nutrisi yang lebih tinggi karena kandungan airnya lebih rendah. Dalam 100 gram, parsley mengandung sekitar 55 kali lebih banyak vitamin K dan 42 kali lebih banyak vitamin C dibandingkan seledri. Selain itu, parsley juga merupakan sumber vitamin A, zat besi, kalsium, dan kalium yang lebih tinggi.

Sementara itu, seledri unggul karena mengandung banyak air, sehingga membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Seledri juga mengandung senyawa phthalides, yaitu senyawa alami yang telah banyak diteliti karena berpotensi membantu menjaga tekanan darah tetap normal.

Perbedaan Penggunaan Parsley dan Seledri dalam Masakan

Meskipun bentuknya mirip, parsley dan seledri memiliki fungsi yang berbeda di dapur.

Parsley lebih sering digunakan sebagai finishing herb, yaitu ditambahkan menjelang masakan disajikan. Hal ini karena minyak atsirinya mudah menguap saat terkena panas sehingga aroma segarnya akan berkurang jika dimasak terlalu lama. Parsley juga banyak digunakan pada salad, saus segar seperti chimichurri, atau sebagai taburan di atas hidangan.

Sebaliknya, seledri merupakan herba aromatik yang justru lebih sering dimasak sejak awal. Seledri biasa direbus bersama daging untuk membuat kaldu atau ditumis sebagai bagian dari mirepoix, yaitu campuran bawang bombai, wortel, dan seledri yang menjadi dasar rasa berbagai masakan Barat.

Apakah Parsley Bisa Diganti dengan Seledri?

Bisa, tetapi hasil rasanya tidak akan sama.

Jika digunakan pada masakan berkuah atau tumisan, daun seledri muda dapat menggantikan parsley karena warna dan teksturnya cukup mirip. Namun, aroma seledri jauh lebih kuat, sehingga sebaiknya gunakan sekitar ¾ dari takaran parsley agar tidak mendominasi cita rasa hidangan.

Untuk hidangan yang disajikan mentah atau hanya menggunakan parsley sebagai garnish, chervil merupakan pengganti yang lebih mendekati rasa parsley dibandingkan seledri.

Tips Menyimpan Parsley dan Seledri

Agar tetap segar lebih lama, kamu bisa menyimpan parsley maupun seledri dengan cara berikut.

  • Simpan seperti buket bunga
    Potong sedikit bagian pangkal batang, lalu letakkan di dalam gelas berisi air sekitar 2–5 cm. Tutup bagian atasnya dengan plastik longgar dan simpan di kulkas. Cara ini dapat menjaga kesegarannya hingga 2–3 minggu.
  • Bungkus dengan tisu lembap
    Bungkus daun menggunakan tisu dapur yang sedikit lembap, kemudian masukkan ke kantong plastik atau wadah kedap udara sebelum disimpan di kulkas.
  • Bekukan untuk penyimpanan jangka panjang
    Cincang parsley atau seledri, lalu masukkan ke cetakan es batu yang diisi air atau minyak zaitun. Setelah beku, simpan di freezer dan gunakan sesuai kebutuhan. Cara ini dapat mempertahankan kualitasnya selama sekitar 3–6 bulan.

Baca juga: Mitos atau Fakta? Daun Bawang Harus Dicuci Sebelum Disimpan di Kulkas

Kesimpulan

Parsley dan seledri memang terlihat mirip, tetapi keduanya memiliki bentuk, aroma, rasa, kandungan gizi, hingga fungsi yang berbeda dalam masakan. Parsley lebih cocok digunakan sebagai penyegar atau pelengkap hidangan, sedangkan seledri berperan sebagai pemberi aroma dan dasar rasa pada berbagai masakan berkuah.

Dengan mengenali perbedaannya, kamu tidak hanya terhindar dari salah membeli bahan, tetapi juga bisa memilih herba yang paling sesuai agar rasa masakan dan manfaat gizinya lebih optimal.

Referensi:

Ahmed, W. E., et al. (2025). “Nutraceutical potential of parsley (Petroselinum crispum Mill.): Comprehensive overview”. Italian Journal of Food Science, 37(1).

Subaş, T., et al. (2024). “PETROSELINUM CRISPUM (MILL.) FUSS (PARSLEY), A FOOD AND MEDICINALLY IMPORTANT PLANT: A REVIEW OF RECENT STUDIES BETWEEN 2013-2023”. Journal of Faculty of Pharmacy of Ankara University, 48(2).

Foodstruct. (n.d.). “Celery vs. Parsley — In-Depth Nutrition Comparison“.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top