FAKTA. Ikan cakalang tergolong bahan pangan sangat tinggi protein berkualitas tinggi. Dalam 100 gram daging ikan cakalang segar, terdapat sekitar 20 hingga 26,2 gram protein murni yang tersusun atas 15 jenis asam amino esensial dan non-esensial lengkap. Cakalang juga tergolong ikan rendah lemak serta kaya akan asam lemak omega-3 (EPA & DHA), vitamin B12, zat besi heme, dan selenium.

Pernahkah kamu menikmati gurihnya hidangan cakalang fufu khas Sulawesi atau harumnya aroma suwir cakalang pedas di atas piring nasi hangat?
Ikan laut yang satu ini memang telah lama menjadi primadona kuliner Nusantara. Selain karena teksturnya yang padat dan rasanya yang lezat, banyak orang mengandalkan cakalang sebagai sumber protein harian.
Namun, di tengah popularitasnya, kerap muncul pertanyaan di kalangan pembaca: seberapa tinggi sebenarnya kandungan protein pada ikan cakalang?
Apa bedanya cakalang dengan kerabat dekatnya seperti tongkol dan tuna? Yuk, kita bedah fakta sains pangan dan nutrisinya secara lengkap di sini!
Mengenal Ikan Cakalang: Definisi, Asal, dan Spesies
Secara ilmiah, ikan cakalang adalah spesies ikan laut pelagis besar yang memiliki nama latin Katsuwonus pelamis. Di pasar internasional, cakalang dikenal luas dengan nama skipjack tuna.
Ikan cakalang berasal dari perairan laut tropis dan subtropis yang hangat, terutama melimpah di wilayah Samudera Pasifik, Samudera Hindia, serta perairan Indonesia bagian timur seperti Laut Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Cakalang hidup bergerombol di perairan lepas dan dikenal sebagai perenang yang sangat aktif. Aktivitas renangnya yang tinggi inilah yang membentuk jaringan otot dagingnya menjadi padat, kenyal, dan kaya akan protein.

Bedanya Ikan Cakalang, Tongkol, dan Tuna
Banyak orang sering terkecoh dan menganggap cakalang, tongkol, dan tuna adalah ikan yang sama. Meski ketiganya masih berada dalam satu famili Scombridae, secara fisik mereka memiliki perbedaan yang jelas:
- Ikan Cakalang (Skipjack Tuna): Berukuran sedang (50 – 70 cm). Ciri khas paling utamanya adalah adanya 4 hingga 6 garis hitam memanjang secara horizontal di bagian perut. Warna dagingnya cenderung merah gelap.
- Ikan Tongkol (Euthynnus affinis): Berukuran lebih kecil dan ramping. Bagian punggungnya berwarna biru gelap dengan pola garis-garis miring atau bercak gelap seperti corak batik, sedangkan bagian perutnya putih mulus tanpa garis.
- Ikan Tuna (Yellowfin/Bigeye Tuna): Berukuran paling besar (dapat mencapai berat puluhan hingga ratusan kilogram). Siripnya sering berwarna kuning terang dan dagingnya berwarna merah muda hingga merah cerah dengan serat yang sangat halus.
Kandungan Gizi Ikan Cakalang per 100 Gram
Secara kimia pangan, cakalang adalah makanan padat gizi yang tergolong lean fish atau ikan rendah lemak. Berikut adalah tabel komposisi zat gizi murni di dalam 100 gram daging ikan cakalang segar:
| Komponen Nutrisi | Jumlah per 100 Gram Daging Segar |
| Kadar Air | ~ 73,03% |
| Protein Murni | 20,15 – 26,2 gram |
| Lemak Total | 0,2 – 3,39 gram |
| Karbohidrat | 2,35 gram |
| Kalsium (Ca) | 25 mg |
| Fosfor (P) | 240 mg |
| Kalium / Potassium | 240 mg |
| Vitamin A | 290 g |
| Vitamin B12 & Zat Besi | Sangat Tinggi |
(Sumber Data: Hasil analisis proksimat laboratorium pangan dan data kompositional gizi perikanan).
Keunggulan Sains Protein Ikan Cakalang
Mengapa protein cakalang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi?
- Asam Amino Esensial Lengkap: Daging cakalang tersusun atas 15 jenis asam amino (9 asam amino esensial dan 6 non-esensial). Asam amino esensial seperti lisin, leusin, dan glutamat berperan penting dalam pembentukan massa otot, perbaikan sel tubuh, serta memberikan cita rasa gurih alami (umami).
- Bioavailabilitas Tinggi: Jaringan pengikat (kolagen) pada daging cakalang relatif sedikit dibanding daging hewan darat. Hal ini membuat proteinnya sangat mudah dicerna dan diserap oleh organ pencernaan manusia.
- Kaya Asam Lemak Omega-3 (EPA & DHA): Meskipun kadar lemak totalnya rendah, sebagian besar lemak cakalang berupa asam lemak tak jenuh ganda omega-3. Omega-3 terbukti secara klinis menjaga kesehatan pembuluh darah dan jaringan otak.
Manfaat Ikan Cakalang untuk Tubuh
Rutin mengonsumsi cakalang memberikan manfaat nyata bagi tubuh, yakni:
- Mendukung Pembentukan Massa Otot: Tingginya kadar protein murni dan asam amino esensial menjadikan cakalang menu ideal untuk kamu yang sedang berolahraga atau memelihara kebugaran fisik.
- Pencegah Anemia Ringan: Gabungan antara Vitamin B12, asam folat, dan zat besi jenis heme iron membantu pembentukan sel darah merah agar tubuh tidak mudah lemas.
- Alternatif Menu Rendah Kalori: Karena kandungan lemak dan karbohidratnya yang minimal, cakalang sangat aman dimasukkan ke dalam program manajemen berat badan.
Sains Dapur: Cara Simpan dan Bahaya Histamin
Ikan cakalang tergolong bahan pangan yang sangat mudah rusak (perishable food) akibat tinggi protein dan kadar air.
Bahaya Keracunan Histamin (Scombroid)
Sebagai anggota keluarga Scombridae, cakalang kaya akan asam amino histidin. Jika cakalang dibiarkan berada di suhu ruang >4 derajat Celcius terlalu lama setelah ditangkap, bakteri pengurai akan mengubah histidin menjadi histamin. Racun histamin ini tahan panas dan dapat memicu gatal-gatal atau alergi berat.
Trik Menyimpan Cakalang yang Benar:
- Rantai Dingin (Cold Chain): Segera cuci bersih cakalang dari sisa darah dan jeroannya. Simpan dalam wadah tertutup rapat di dalam freezer pada suhu minimal -18 derajat Celcius jika tidak langsung dimasak.
- Gunakan Asam Alami: Lumuri daging cakalang segar dengan perasan air jeruk nipis atau asam jawa. Lingkungan asam dapat meminimalisir bau amis sekaligus menekan laju perkembangan bakteri.
Ciri-Ciri Ikan Cakalang yang Tidak Layak Konsumsi
Sebelum mengolah cakalang di rumah, pastikan kamu mewaspadai tanda-tanda kerusakan berikut:
- Mata Buram dan Pucat: Ikan segar memiliki mata yang bening dan cembung.
- Daging Lembek dan Lemak Terpisah: Jika daging cakalang ditekan dan tidak kembali ke bentuk semula (kehilangan elastisitas) artinya serat proteinnya telah rusak oleh enzim bakteri.
- Aroma Amonia/Basi Menyengat: Bau amis ikan segar berbeda dengan bau amonia menyengat yang menandakan akumulasi senyawa basa trimethylamine (TMA).
Kesimpulan
Klaim bahwa ikan cakalang tinggi protein adalah fakta sains pangan yang valid. Dengan kandungan protein mencapai 26 gram per 100 gram dagingnya, cakalang merupakan pilihan sumber protein hewani yang sangat berkualitas, murah, dan kaya gizi.
Ingin mengeksplorasi lebih banyak artikel edukatif seputar teknologi pangan dan tips gizi harian lainnya? Yuk, ikuti terus pembaruan artikel menarik dari Delinutri dan bagikan artikel ini ke keluargamu!
Referensi:
Arsyad, M., & Habi, S. H. B. (2021). Analisis Kimia dan Organoleptik Terhadap Formulasi Sambal Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis L.). Gorontalo Agriculture Technology Journal, 4(1), 11-21.
Muchtar, F. (2022). Analisis Kandungan Protein dan Sifat Organoleptik Nugget Ikan Cakalang dengan Jenis Tepung yang Berbeda. KOLONI: Jurnal Multidisiplin Ilmu, 1(1), 471-482.
Pundoko, S. S., Onibala, H., & Agustin, A. T. (2014). Perubahan Komposisi Zat Gizi Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis L.) Selama Proses Pengolahan Ikan Kayu. Jurnal Media Teknologi Hasil Perikanan, 2(1), 9-14.
Suriawanto, N., Putri, R. D., Sariani, N. G. A., Delordi, L., Safitri, I., Sari, C. F., … & Evendi, P. (2026). Pengolahan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Menjadi Sosis Dalam Program Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Boneoge, Kab. Donggala. MARTABE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 9(1), 203-210.
Widyastuti, A., Rumkorem, O. L. Y., & Pattipeilohy, A. (2023). Inovasi Pengembangan Produk Hasil Olahan Ikan Cakalang Kepada Masyarakat Kampung Sorido. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kauniah, 1(2), 188-195.






