Daun Singkong Bisa Menurunkan Darah Tinggi? Ini Faktanya Menurut Sains

Daun singkong (Manihot esculenta) sering disalahpahami sebagai pemicu darah tinggi, padahal secara alami daun ini bebas lemak jenuh dan kaya akan antioksidan, vitamin, serta serat. Naiknya tensi darah setelah makan olahan daun singkong umumnya disebabkan oleh racikan bumbu santan kental dan garam yang berlebih. Jika diolah secara tepat dan direbus dengan benar, daun singkong justru aman, bergizi tinggi, serta membantu menjaga kesehatan peredaran darah.

Daun singkong yang berwarna hijau segar

Pernahkah kamu merasa ragu atau bahkan takut saat ingin menyantap olahan daun singkong karena khawatir tekanan darah langsung melonjak tinggi?

Mitos bahwa sayuran hijau yang merakyat ini menjadi penyebab utama darah tinggi sudah mendarah daging di tengah masyarakat kita. Akibatnya, banyak orang yang sengaja menghindarinya dari piring makan harian mereka.

Namun, benarkah daun singkong seburuk itu bagi penderita hipertensi? Atau jangan-jangan, yang memicu masalah kesehatan selama ini bukanlah daun singkongnya, melainkan cara memasaknya?

Yuk, kita bedah bersama fakta gizi, sains di balik mitos darah tinggi, hingga tips mengolahnya agar aman dan tetap lezat!

Mengenal Daun Singkong: Dari Tanaman Pekarangan hingga Khasiatnya

Singkong (Manihot esculenta atau Manihot utilisima) adalah tanaman serbaguna yang sangat akrab dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Bagian umbinya menjadi sumber karbohidrat pokok pengganti nasi, sementara bagian daunnya telah lama dimanfaatkan sebagai sayuran hijau bergizi.

Daun singkong memiliki aroma khas alami yang dihasilkan oleh senyawa tanaman yang disebut fenol. Teksturnya yang padat dan kaya serat membuatnya sangat cocok diolah menjadi berbagai menu tradisional, mulai dari lalapan rebus, urap, hingga inovasi pangan modern seperti lembaran nori rumput laut atau dendeng vegetarian.

Benarkah Daun Singkong Menyebabkan Darah Tinggi?

Jawaban singkatnya: Secara alami, daun singkong tidak menyebabkan darah tinggi.

Banyak orang mengira daun singkong memiliki zat khusus yang bisa menaikkan tensi. Faktanya, daun singkong segar memiliki kalori yang rendah, bebas lemak jenuh, dan mengandung mineral penting seperti kalium, kalsium, serta magnesium.

Lalu, mengapa mitos ini bisa muncul?

  1. Kuah Santan Kental: Sebagian besar masyarakat mengonsumsi daun singkong dalam bentuk gulai padang atau sayur lodeh yang menggunakan santan kelapa kental dalam jumlah banyak. Lemak jenuh dari santan inilah yang memperberat kerja pembuluh darah jika dikonsumsi berlebihan.
  2. Garam dan Penyedap Berlebih: Masakan olahan daun singkong sering kali dimasak dengan kadar garam (natrium) dan penyedap yang tinggi. Natrium yang tinggi dapat mengikat cairan di dalam tubuh, sehingga volume darah meningkat dan memicu kenaikan tekanan darah.
  3. Campuran Lauk Berlemak: Daun singkong sering disantap bersama jeroan, daging merah berlemak, atau gorengan. Makanan pendamping inilah yang sebenarnya memicu lonjakan tekanan darah, bukan daun singkongnya.

Seseorang yang terlihat tengah menyantap olahan daun singkong yang sudah matang

Kandungan Gizi dan Nutrisi Daun Singkong

Di balik harganya yang sangat terjangkau, daun singkong menyimpan nilai nutrisi yang luar biasa padat. Kandungan protein nabati dan zat besinya bahkan melampaui beberapa jenis sayuran hijau populer lainnya.

Berikut adalah rincian zat gizi yang terkandung dalam 100 gram daun singkong segar:

Komponen GiziJumlah Rata-rataManfaat Utama bagi Tubuh
Energi / Kalori37 – 90 kkalSumber energi ringan yang tidak memicu kegemukan
Air77 gramMenjaga kelembapan dan kesegaran sel daun
Protein Nabati6,3 – 6,8 gramMembantu pembentukan sel tubuh dan perbaikan jaringan
Lemak Sehat1,2 – 1,9 gramAsupan lemak nabati alami yang sangat rendah
Serat Pangan2,4 – 16,35 gramMelancarkan pencernaan dan mengontrol gula darah
Kalsium (Ca)165 mgMenjaga kekuatan tulang dan fungsi kontraksi otot
Zat Besi (Fe)2,0 mg (hingga 160 ppm)Membantu pembentukan hemoglobin pencegah anemia
Fosfor54 mgMendukung kesehatan struktur tulang dan gigi
Vitamin C275 mg (sebelum dimasak)Menangkal radikal bebas dan meningkatkan imunitas
Beta-Karoten (Vit A)3.300 mcg (11.000 IU)Menjaga kesehatan mata dan daya tahan tubuh
Senyawa Fenolik48,87 – 133,75 mg GAE/gAntioksidan kuat pelindung sel dari kerusakan

Bahaya Daun Singkong: Kenali Kandungan Asam Sianida (HCN)

Meskipun kaya manfaat, kamu wajib tahu bahwa daun singkong mentah mengandung racun alami yang disebut asam sianida (HCN).

Asam sianida terbentuk dari ikatan senyawa alami tanaman (glikosida sianogenik). Jika daun singkong dimakan mentah tanpa dimasak, racun ini dapat mengganggu pernapasan sel dan memicu gejala keracunan seperti mual, muntah, pusing, sesak napas, hingga lemas.

Kabar baiknya, asam sianida adalah senyawa yang mudah larut dalam air dan menguap saat terkena panas mendidih. Dengan teknik memasak yang benar, kadar sianida akan turun drastis hingga berada di bawah batas aman konsumsi (di bawah 50 mg/kg) sehingga sepenuhnya aman untuk dinikmati.

Panduan Memasak Daun Singkong yang Benar dan Sehat

Agar daun singkong bebas racun sianida dan zat gizinya tidak terbuang sia-sia, terapkan langkah praktis berikut di dapur:

  1. Pilih dan Cuci Bersih: Ambil daun singkong yang masih muda (bagian pucuk hingga daun ke-5 dari atas). Cuci helai daun satu per satu di bawah air mengalir untuk menghilangkan kotoran dan getah.
  2. Rebus dengan Panci Terbuka (Blanching): Didihkan air di dalam panci. Masukkan daun singkong dan rebus selama 5 hingga 10 menit. Biarkan tutup panci tetap terbuka agar racun sianida dapat menguap bersama uap air ke udara.
  3. Jangan Merebus Terlalu Lama: Hindari merebus daun singkong lebih dari 15 menit. Penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu perebusan, kandungan vitamin C yang larut dalam air akan semakin banyak yang rusak dan hilang.
  4. Peras dan Buang Air Rebusan Pertama: Angkat daun singkong, siram dengan air dingin, lalu peras airnya. Buang air rebusan pertama ini karena air tersebut menampung sisa getah dan senyawa sianida yang telah larut.
  5. Olah Secara Sehat: Daun singkong yang sudah diperas siap diolah menjadi menu lezat bergizi, seperti lalapan rebus, urap sayur kelapa parut, tumisan bawang putih rendah garam, atau campuran sup bening.

Tips Memilih, Menyimpan, dan Ciri Daun Tidak Layak Konsumsi

Ciri Daun Singkong Segar dan Bagus:

  • Helai daun berwarna hijau cerah merata dan tidak kusam.
  • Batang tangkai daun terasa lentur, mudah dipatahkan, dan tidak liat.
  • Helai daun utuh, segar, dan tidak layu mengering.

Cara Menyimpan Daun Singkong di Rumah:

  • Di Kulkas (Chiller): Bungkus daun singkong segar yang belum dicuci menggunakan kertas atau tisu dapur lalu masukkan ke dalam wadah kedap udara. Simpan di laci sayur kulkas (tahan 2–3 hari).
  • Di Freezer (Penyimpanan Jangka Panjang): Rebus daun singkong sebentar (blanching 3–5 menit), peras hingga benar-benar tiris, potong-potong, lalu masukkan ke dalam wadah tertutup atau plastik ziplock. Simpan di dalam freezer (bisa bertahan hingga 1 bulan).

Ciri Daun Singkong yang Rusak (Jangan Dimasak!):

  • Permukaan daun terasa licin, berlendir, dan basah membusuk.
  • Warna daun berubah menjadi kuning layu, kecokelatan, atau kehitaman.
  • Mengeluarkan aroma asam menyengat, basi, atau bau busuk yang tidak sedap.

Kesimpulan

Daun singkong bukanlah penyebab darah tinggi seperti yang sering dipercaya selama ini. Sayuran hijau yang murah dan mudah didapat ini justru kaya akan protein nabati, zat besi, serat, dan antioksidan yang bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh serta melancarkan peredaran darah. Kunci utamanya terletak pada cara pengolahannya yakni hindari santan kental berlebih, batasi garam, dan pastikan daun direbus sampai matang sempurna.

Yuk, mulai ubah cara masak daun singkong di rumah menjadi menu yang lebih sehat dan kaya nutrisi untuk seluruh keluarga! Kalau kamu punya resep kreasi daun singkong favorit yang rendah garam, bagikan ide kreatifmu di kolom komentar di bawah ini, ya!

FAQ Seputar Daun Singkong

Apakah pengidap darah tinggi benar-benar boleh makan daun singkong?

Boleh. Penderita hipertensi aman mengonsumsi daun singkong asalkan diolah dengan cara direbus atau ditumis dengan sedikit minyak, serta membatasi penggunaan garam dapur, bumbu penyedap instan, dan santan kelapa kental.

Apakah daun singkong bisa langsung menurunkan tekanan darah?

Daun singkong bukanlah obat penurun tensi instan. Namun, kandungan antioksidan fenolik, serat pangan, dan mineral di dalamnya membantu menjaga kelenturan pembuluh darah jika dikonsumsi rutin sebagai bagian dari pola makan sehat.

Kenapa sebagian orang merasa pusing setelah makan daun singkong?

Rasa pusing umumnya terjadi karena dua kemungkinan: mengonsumsi olahan gulai bersantan pekat dan asin yang memicu lonjakan tekanan darah secara tiba-tiba, atau daun singkong dimasak kurang matang sehingga kadar sianida alaminya belum hilang sepenuhnya.

Apakah keripik buah kering tergolong camilan sehat?

Keripik buah kering yang diolah menggunakan metode penggorengan hampa udara (vacuum frying) atau pengeringan beku (freeze-drying) tergolong sehat karena serat dan vitamin alaminya tetap terjaga asalkan diproduksi tanpa tambahan gula rafinasi, garam, atau minyak berlebih.

Berapa takaran konsumsi daun singkong yang dianjurkan?

Porsi yang disarankan adalah sekitar 1 mangkuk sayur (sekitar 100 gram daun singkong matang) per sajian, dikonsumsi 2 hingga 3 kali seminggu diselingi dengan variasi sayuran hijau lainnya.

Referensi

Alfaruqi, A., Rahman, A. T., Alni, A. D., Amalia, D. I., Junia, E. D., Fadillah, G. H. I., Arwandi, I. P., Yurbi, L., Khairani, N. M., & Pradita, T. S. (2021). “Dendeng Healthy” olahan vegetarian daun singkong oleh mahasiswa Kukerta Desa Lipatkain Selatan. Journal of Rural and Urban Community Empowerment, 3(1), 14–20.

Boukhers, I., Boudard, F., Morel, S., Servent, A., Portet, K., Guzman, C., Vitou, M., Kongolo, J., Michel, A., & Poucheret, P. (2022). Nutrition, healthcare benefits and phytochemical properties of cassava (Manihot esculenta) leaves sourced from three countries (Reunion, Guinea, and Costa Rica). Foods, 11(14), 2027.

Boukhers, I., Domingo, R., Septembre-Malaterre, A., Antih, J., Silvestre, C., Petit, T., Kodja, H., & Poucheret, P. (2024). Bioguided optimization of the nutrition–health, antioxidant, and immunomodulatory properties of Manihot esculenta (cassava) flour enriched with cassava leaves. Nutrients, 16(17), 3023.

Lin, L., Yulianti, E., & Ferdinal, F. (2025). Uji fenolik total dan kapasitas antioksidan DPPH ekstrak daun singkong (Manihot esculenta). JUSINDO: Jurnal Sehat Indonesia, 7(2), 520–526.

Listiana, E., Mustapa, R., Kohongia, A., Parisa, S., & Nusi, D. P. (n.d.). Pengaruh proses pengolahan terhadap kerusakan vitamin C sayur daun singkong. Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Negeri Gorontalo, 31–35.

Subeki, Asih, I. P., Setyani, S., & Nurainy, F. (2018). Kajian formulasi daun singkong (Manihot esculenta) dan rumput laut (Eucheuma cottonii) terhadap sifat sensor dan kimia nori. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian, 357–365.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top