Bosan Telur Ayam? Coba Telur Puyuh, Si Mungil yang Padat Gizi

Telur puyuh adalah telur yang dihasilkan oleh burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) dengan ukuran kecil dan cangkang bercorak cokelat kehitaman yang khas. Meski ukurannya mungil, kandungan telur puyuh cukup padat, mulai dari protein, vitamin B12, zat besi, kolin, hingga berbagai mineral penting.

Karena rasanya yang gurih dan praktis diolah, telur puyuh sering dijadikan alternatif sumber protein saat bosan dengan telur ayam, daging, atau ikan. Agar tetap segar, telur puyuh sebaiknya disimpan di kulkas dan dijauhkan dari perubahan suhu yang terlalu sering.

telur puyuh utuh bersanding dengan telur puyuh kupas yang dipotong dua (memperlihatkan kuning telur padat)

Kalau berbicara tentang sumber protein hewani, kebanyakan orang biasanya langsung terpikir telur ayam, ayam, ikan, atau daging sapi.

Padahal ada satu bahan makanan yang sering hadir di sate angkringan, semur, gulai, hingga sayur sop, tetapi sering terlupakan, yakni telur puyuh.

Ukurannya memang kecil, tetapi kandungan gizinya cukup menarik. Selain itu, telur puyuh juga bisa menjadi variasi lauk yang menyenangkan ketika kamu mulai bosan dengan sumber protein yang itu-itu saja.

Lalu sebenarnya telur puyuh itu apa? Apa saja kandungannya? Dan bagaimana cara menyimpannya agar tetap segar?

Yuk, kita bahas satu per satu.

Telur Puyuh Adalah Apa?

Telur puyuh adalah telur yang dihasilkan oleh burung puyuh terutama jenis Coturnix coturnix japonica yang banyak dibudidayakan sebagai unggas petelur.

Salah satu ciri yang paling mudah dikenali adalah cangkangnya yang berwarna krem atau putih dengan bercak-bercak cokelat hingga hitam.

Dibandingkan dengan telur ayam, ukurannya jauh lebih kecil.

Rata-rata satu butir telur puyuh memiliki berat sekitar 9–12 gram atau hanya sekitar seperlima ukuran telur ayam.

Meski begitu, burung puyuh dikenal sangat produktif. Seekor puyuh betina dapat menghasilkan ratusan butir telur dalam setahun.

Kenapa Telur Puyuh Sering Dijadikan Alternatif Protein?

Banyak orang mulai mencari variasi sumber protein karena bosan dengan menu yang sama setiap hari.

Di sinilah telur puyuh menjadi menarik.

  • Praktis diolah: Telur puyuh bisa direbus, digoreng, dimasak semur, dijadikan sate, atau ditambahkan ke berbagai masakan berkuah.
  • Porsinya fleksibel: Karena ukurannya kecil, telur puyuh mudah disesuaikan dengan berbagai jenis hidangan.
  • Rasanya lebih gurih: Banyak orang menyukai telur puyuh karena rasa kuning telurnya terasa lebih pekat dibanding telur ayam.

Kandungan Telur Puyuh per 100 Gram

Meski kecil, telur puyuh mengandung berbagai zat gizi yang cukup lengkap.

Berikut gambaran kandungan nutrisi telur puyuh per 100 gram:

KandunganJumlah
Energi±158 kkal
Protein±13 gram
Lemak±11 gram
Karbohidrat±0,4 gram
Kalsium±64 gram
Fosfor±226 mg
Zat Besi±3,6 mg
Vitamin B12Terdapat dalam jumlah baik
KolinTerdapat dalam jumlah tinggi

Selain itu, telur puyuh juga mengandung selenium, riboflavin, folat, dan vitamin A. 

Apa Itu Kolin dan Kenapa Banyak Dibahas pada Telur Puyuh?

Selain protein, salah satu kandungan yang cukup menarik pada telur puyuh adalah kolin.

Mungkin namanya tidak sepopuler protein, kalsium, atau vitamin C, tetapi kolin sebenarnya merupakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh setiap hari.

Kolin berperan sebagai bahan pembentuk membran sel, yaitu lapisan yang melindungi setiap sel di dalam tubuh. Selain itu, kolin juga digunakan tubuh untuk menghasilkan asetilkolin, senyawa yang membantu komunikasi antar sel saraf.

Karena fungsinya tersebut, kolin sering dikaitkan dengan proses belajar, konsentrasi, dan memori.

Menariknya, telur termasuk salah satu sumber kolin alami yang cukup baik dibanding banyak bahan makanan lainnya. Itulah sebabnya telur puyuh maupun telur ayam sering disebut ketika membahas asupan kolin dalam makanan sehari-hari.

Manfaat Telur Puyuh dalam Kehidupan Sehari-hari

Alih-alih melihat telur puyuh sebagai “pengganti telur ayam”, lebih tepat jika melihatnya sebagai variasi sumber protein yang bisa memperkaya menu harian.

  • Menambah variasi lauk: Tidak semua sumber protein harus berupa ayam atau daging.
  • Praktis untuk bekal: Ukurannya kecil sehingga mudah dibawa dan disajikan.
  • Cocok untuk berbagai masakan: Mulai dari semur, sup, sate, hingga aneka tumisan.
  • Memberikan rasa gurih alami: Kuning telur puyuh dikenal memiliki rasa yang cukup kaya dan gurih.

Cara Simpan Telur Puyuh Agar Awet

Penyimpanan yang tepat membantu menjaga kualitas telur lebih lama. Ikuti tips di bawah ini:

  • Simpan di kulkas: Suhu dingin membantu memperlambat penurunan kualitas telur.
  • Jangan dicuci sebelum disimpan: Lapisan alami pada cangkang membantu melindungi telur dari kontaminasi.
  • Simpan dalam wadah atau tray: Hal iIni membantu mengurangi risiko cangkang retak.
  • Hindari sering dipindah-pindah: Perubahan suhu yang terlalu sering dapat mempercepat penurunan kualitas telur.
Langkah menata barisan telur puyuh segar dengan posisi bagian tumpul menghadap ke atas di dalam wadah egg tray kulkas bawah

Berapa Lama Telur Puyuh Bisa Bertahan?

Secara umum, telur puyuh bisa bertahan di:

  • suhu ruang: sekitar 1 minggu
  • dalam kulkas: hingga sekitar 3 minggu

Lama simpan dapat berbeda tergantung kondisi telur dan suhu penyimpanan.

Karena itu, selalu periksa kondisi telur sebelum digunakan.

Cara Mengecek Telur Puyuh Masih Segar atau Tidak

Ada cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah dengan:

Uji Air

Masukkan telur ke dalam wadah berisi air, jika hasilnya:

  • tenggelam dan posisi mendatar = masih segar
  • berdiri tegak = mulai menua
  • mengapung = sebaiknya tidak digunakan

Tes ini cukup populer karena mudah dilakukan tanpa memecahkan telur.

Ciri Telur Puyuh Busuk

Jangan gunakan telur puyuh jika menunjukkan tanda-tanda berikut:

  • mengeluarkan bau menyengat saat dipecahkan
  • putih telur sangat encer seperti air
  • kuning telur mudah pecah dan bercampur dengan putih telur
  • muncul perubahan warna yang tidak normal
  • cangkang retak dan mengeluarkan cairan

Jika menemukan salah satu tanda tersebut, sebaiknya telur tidak dikonsumsi.

Kesimpulannya, Telur Puyuh Bisa Jadi Variasi Protein yang Menarik

Ketika mulai bosan dengan telur ayam atau sumber protein lain yang itu-itu saja, telur puyuh bisa menjadi pilihan yang menarik untuk dicoba.

Ukurannya memang kecil, tetapi kandungan gizinya cukup padat dan mudah dipadukan dengan berbagai masakan sehari-hari.

Menariknya lagi, telur puyuh menunjukkan bahwa bahan makanan sederhana yang sering dianggap pelengkap ternyata menyimpan banyak hal menarik untuk dipelajari.

Kalau kamu suka membahas bahan makanan, kandungan gizi, dan fakta sains sederhana di balik dapur sehari-hari, jangan lupa eksplor artikel Delinutri lainnya ya. Siapa tahu bahan yang sering kamu makan ternyata punya cerita yang lebih menarik dari yang kamu kira.

FAQ Seputar Telur Puyuh

Apakah telur puyuh lebih tinggi protein daripada telur ayam?

Per 100 gram, kandungan protein telur puyuh dan telur ayam sebenarnya tidak berbeda jauh. Namun telur puyuh memiliki kepadatan nutrisi yang cukup tinggi untuk ukurannya.

Berapa butir telur puyuh setara satu telur ayam?

Secara ukuran, sekitar 4–5 butir telur puyuh setara dengan satu telur ayam ukuran sedang.

Kenapa telur puyuh bercangkang bercorak?

Bercak cokelat dan hitam pada cangkang terbentuk secara alami selama proses pembentukan telur di tubuh burung puyuh.

Apakah telur puyuh bisa menjadi substitusi telur ayam?

Bisa. Telur puyuh sering digunakan sebagai alternatif sumber protein dan dapat diolah dalam berbagai masakan yang biasanya menggunakan telur ayam.

Referensi:

Arizona, R., & Ollong, A. R. (2020). Kualitas Telur Puyuh Selama Penyimpanan dan Temperatur yang Berbeda. Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science).

Arthadinata, S. N., Rahayu, N., & Frasiska, N. (2025). Produksi Telur dan Income Over Feed Cost (IOFC) Puyuh Petelur (Coturnix-coturnix japonica) yang Diberi Tepung Bawang Putih (Allium sativum). Jurnal Peternakan Terapan (PETERPAN).

Sari, I. P., Sumarni, S., & Martanti, L. E. (2020). Pengaruh Konsumsi Telur Puyuh Terhadap Kadar Hemoglobin Dan Kolesterol Pada Remaja Umur 13-15 Tahun. Jurnal Vokasi Kesehatan.

Tistiana, H., Fitriana., & Utami, P. L. (2023). Pengaruh Penambahan Spirulina platensis Terhadap Penampilan Produksi Dan Kualitas Telur Puyuh. Jurnal Ternak Tropika (Journal of Tropical Animal Production).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top