
Pernah membeli sarden kaleng, tetapi ternyata pada daftar komposisinya tertulis ikan makarel? Kalau pernah, kamu tidak sendirian. Banyak orang mengira sarden dan makarel adalah ikan yang sama, padahal keduanya merupakan spesies yang berbeda.
Kebingungan ini muncul karena banyak produk ikan kaleng menggunakan istilah “sarden” sebagai nama dagang, meskipun ikan yang digunakan sebenarnya adalah makarel. Akibatnya, tidak sedikit konsumen yang bingung membedakan keduanya saat berbelanja.
Lantas, apa sebenarnya perbedaan sarden dan makarel? Mulai dari bentuk tubuh, kandungan gizi, rasa, hingga penggunaannya dalam produk kaleng, simak penjelasannya berikut ini.
Apakah Sarden dan Makarel Itu Ikan yang Sama?
Tidak. Sarden dan makarel adalah dua jenis ikan yang berbeda. Meskipun sama-sama termasuk ikan laut berminyak (oily fish) dan sering dijual dalam bentuk kalengan, keduanya berasal dari famili yang berbeda.
Sarden termasuk dalam famili Clupeidae, yaitu kelompok ikan yang masih berkerabat dengan hering. Sementara itu, makarel berasal dari famili Scombridae, yang merupakan kerabat dekat ikan tuna. Perbedaan ini membuat ukuran tubuh, bentuk, tekstur daging, hingga kandungan gizinya juga tidak sama.
Apa Perbedaan Sarden dan Makarel?
Berikut ringkasan perbedaan utama antara sarden dan makarel.
| Perbedaan | Sarden | Makarel |
|---|---|---|
| Nama ilmiah | Sardina pilchardus, Sardinella lemuru | Scomber scombrus, Scomber japonicus |
| Ukuran | Sekitar 15–20 cm | Sekitar 30–50 cm |
| Bentuk tubuh | Pipih dan ramping | Bulat memanjang seperti torpedo |
| Tekstur daging | Lembut, tulang mudah dimakan | Lebih padat dan kenyal |
| Rasa | Gurih dengan aroma laut yang lebih kuat | Lebih lembut dan kaya lemak |
| Habitat | Perairan pesisir | Perairan terbuka |
| Kalsium | Lebih tinggi | Lebih rendah |
1. Nama Ilmiah dan Taksonomi
Sarden sejati memiliki nama ilmiah Sardina pilchardus. Di Indonesia, jenis yang paling banyak dimanfaatkan sebagai ikan kaleng adalah ikan lemuru (Sardinella lemuru).
Sementara itu, makarel yang umum diperdagangkan berasal dari spesies Scomber scombrus (makarel Atlantik) dan Scomber japonicus (makarel Pasifik).
2. Ukuran dan Bentuk Tubuh
Cara paling mudah membedakan keduanya adalah dari ukuran dan bentuk tubuhnya.
Sarden berukuran lebih kecil dengan tubuh pipih di bagian samping. Sebaliknya, makarel memiliki tubuh yang lebih besar, bulat memanjang, dan menyerupai torpedo sehingga mampu berenang lebih cepat. Makarel juga memiliki deretan sirip kecil (finlets) di belakang sirip punggung dan sirip anus, sedangkan sarden tidak memilikinya.
3. Tekstur dan Rasa
Daging sarden cenderung lebih lembut dengan warna yang lebih gelap. Pada produk kaleng, tulangnya menjadi lunak setelah proses sterilisasi sehingga aman dan nyaman untuk dimakan.
Sementara itu, makarel memiliki daging yang lebih padat, kenyal, dan berserat. Karena ukurannya lebih besar, makarel biasanya dipotong menjadi beberapa bagian atau fillet sebelum dikemas maupun dimasak.
4. Habitat
Sarden umumnya hidup di perairan pesisir yang kaya plankton, sehingga populasinya banyak ditemukan di daerah dengan produktivitas laut yang tinggi, seperti wilayah upwelling.
Sebaliknya, makarel lebih sering hidup di perairan terbuka dan mampu berenang hingga lapisan laut sekitar 200 meter, sehingga memiliki daerah jelajah yang lebih luas dibandingkan sarden.
Mana yang Lebih Bergizi, Sarden atau Makarel?
Baik sarden maupun makarel sama-sama merupakan sumber protein dan asam lemak omega-3 yang baik untuk tubuh. Namun, masing-masing memiliki keunggulan nutrisi yang berbeda sehingga pilihan terbaik bergantung pada kebutuhanmu.
Keunggulan Sarden
Sarden lebih unggul dalam kandungan kalsium karena tulangnya ikut menjadi lunak selama proses pengalengan dan dapat dimakan. Kandungan kalsiumnya bahkan bisa mencapai 24 kali lebih tinggi dibandingkan makarel. Selain itu, sarden juga cenderung mengandung lebih banyak zat besi dan fosfor.
Keunggulan lainnya, sarden berada di bagian bawah rantai makanan sehingga risiko penumpukan merkuri relatif lebih rendah dibandingkan ikan laut berukuran lebih besar.
Keunggulan Makarel
Makarel mengandung vitamin B12 hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan sarden. Ikan ini juga merupakan sumber vitamin D yang baik, yaitu sekitar 8–12 µg per 100 gram, sehingga berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan mendukung fungsi sistem imun.
Selain itu, makarel memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi. Hal ini membuat kandungan omega-3 (EPA dan DHA) serta kalorinya juga cenderung lebih tinggi dibandingkan sarden.
Mengapa Ada Produk Sarden Kaleng yang Berisi Makarel?

Kamu mungkin pernah menemukan produk bertuliskan “sarden”, tetapi pada daftar komposisinya justru tertulis ikan makarel. Kondisi ini bukan berarti produsennya melakukan penipuan.
Menurut standar Codex Alimentarius (CXS 94-1981), beberapa spesies ikan tertentu dapat dipasarkan sebagai produk tipe sarden (sardine-type products), meskipun ikan yang digunakan bukan sarden sejati.
Di Indonesia, SNI 8222:2022 juga mengatur sarden dan makarel dalam standar yang sama karena proses pengolahannya serupa. Selain itu, makarel sering dipilih sebagai bahan baku karena dagingnya lebih padat sehingga tidak mudah hancur selama proses sterilisasi.
Di sisi lain, penggunaan makarel juga membantu menjaga pasokan produk ketika ketersediaan ikan lemuru sebagai bahan baku sarden sedang menurun.
Baca juga: Benarkah Sarden Kaleng Tidak Sehat? Ini Faktanya
Tips Memilih Sarden dan Makarel
Baik membeli ikan segar, beku, maupun kalengan, pastikan kamu memilih produk yang masih berkualitas agar rasa dan kandungan gizinya tetap terjaga.
Cara Memilih Ikan Segar
Perhatikan beberapa ciri berikut saat membeli ikan segar.
- Mata jernih
Pilih ikan dengan mata yang bening, sedikit menonjol, dan memiliki pupil berwarna hitam pekat. - Insang merah segar
Insang sebaiknya berwarna merah cerah dan tidak berlendir atau berbau menyengat. - Kulit mengilap
Kulit ikan yang segar masih tampak mengilap dengan warna alami yang cerah. - Daging kenyal
Tekan perlahan bagian daging. Jika kembali ke bentuk semula dengan cepat, menandakan ikan masih segar.
Cara Memilih Ikan Beku (Frozen)
Saat membeli ikan beku, perhatikan kondisi kemasannya.
- Hindari kristal es berlebihan
Kristal es yang banyak atau berukuran besar dapat menjadi tanda ikan pernah mencair lalu dibekukan kembali, sehingga kualitasnya menurun. - Periksa tanda freezer burn
Hindari ikan yang memiliki bercak putih, abu-abu, atau kecokelatan yang tampak kering karena dapat memengaruhi rasa dan teksturnya. - Pilih kemasan yang masih rapat
Kemasan vakum yang menempel rapat pada ikan membantu mengurangi paparan udara dan memperlambat proses ketengikan.
Cara Memilih Ikan Kaleng
Jika membeli sarden atau makarel kalengan, jangan lupa lakukan beberapa pemeriksaan berikut.
- Periksa kondisi kaleng
Hindari kaleng yang bocor, berkarat, menggembung, atau penyok pada bagian sambungan karena dapat menandakan kerusakan segel dan meningkatkan risiko kontaminasi. - Cek tanggal kedaluwarsa
Pilih produk yang masa simpannya masih panjang dan belum melewati tanggal kedaluwarsa. - Pastikan memiliki izin edar BPOM
Pilih produk yang mencantumkan nomor izin edar BPOM RI (MD atau ML) agar lebih terjamin keamanan dan mutunya.
Kesimpulan
Sarden dan makarel memang sering dianggap sama, tetapi keduanya merupakan jenis ikan yang berbeda dengan keunggulan gizinya masing-masing. Sarden lebih unggul sebagai sumber kalsium karena tulangnya dapat dimakan, sedangkan makarel mengandung lebih banyak vitamin B12, vitamin D, dan omega-3.
Tidak ada yang lebih baik secara mutlak. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan gizi dan jenis olahan yang kamu inginkan. Yang terpenting, selalu periksa label komposisi saat membeli produk kalengan agar kamu mengetahui jenis ikan yang sebenarnya digunakan.
Baik sarden maupun makarel tetap dapat menjadi pilihan sumber protein laut yang bergizi jika dipilih dan dikonsumsi secara bijak.
Referensi:
Jatisworo, D., et al. (2022). Bali Strait’s Potential Fishing Zone of Sardinella lemuru. Indonesian Journal of Geography.
Permatasari, B. A., et al. (2024). Analisis Kepatuhan Regulasi Keamanan Pangan Produk Olahan Perikanan Melalui Identifikasi Label Kemasan. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan.
PT. TÜV NORD Indonesia. (2024). SKEMA SERTIFIKASI SARDEN DAN MAKEREL DALAM KEMASAN KALENG (SNI 8222:2022).






