
Bawang bombay merah sering dianggap lebih premium karena warnanya yang unik, harganya yang relatif lebih mahal, dan anggapan bahwa kandungan antioksidannya lebih tinggi.
Lantas, apakah bawang bombay merah benar-benar lebih kaya antioksidan dibandingkan bawang bombay putih? Atau, apakah perbedaan warnanya hanya membuat keduanya terlihat berbeda tanpa memberikan keunggulan nutrisi yang berarti?
Mari kenali lebih jauh kandungan gizi, pigmen, dan senyawa aktif dalam bawang bombay merah untuk melihat apakah anggapan tersebut sesuai dengan fakta ilmiah atau hanya mitos semata.
Apa Bedanya Bawang Bombay Merah dan Putih?
Bawang bombay merah dan putih sebenarnya masih berasal dari spesies yang sama, yaitu Allium cepa L. Meski begitu, keduanya memiliki beberapa perbedaan yang cukup mudah dikenali, mulai dari warna, rasa, tekstur, hingga kandungan senyawa bioaktifnya.
- Warna: Bawang bombay merah memiliki warna merah hingga keunguan yang khas, sedangkan bawang bombay putih berwarna putih dan hampir tidak memiliki pigmen warna yang memberikan rona mencolok.
- Rasa dan aroma: Bawang bombay merah cenderung memiliki rasa yang lebih manis dan aroma yang relatif ringan saat dimakan mentah. Sementara itu, bawang bombay putih memiliki rasa yang lebih tajam dengan kadar air yang lebih tinggi dan dapat meninggalkan sedikit rasa getir.
- Tekstur: Daging bawang bombay merah cenderung kokoh. Bawang bombay putih juga memiliki tekstur yang renyah, tetapi kandungan airnya lebih tinggi sehingga masa simpannya relatif lebih pendek.
- Senyawa bioaktif: Perbedaan yang menarik terdapat pada pigmen dan senyawa bioaktifnya. Bawang bombay merah kaya akan antosianin yang memberikan warna merah keunguan, serta mengandung flavonoid seperti kuersetin. Sementara itu, bawang bombay putih memiliki kandungan flavonoid dan senyawa fenolik yang lebih rendah serta hampir tidak mengandung antosianin.
Dengan demikian, perbedaan warna antara keduanya bukan sekadar soal penampilan. Warna tersebut berkaitan dengan perbedaan senyawa yang terdapat di dalam masing-masing jenis bawang.
Kandungan Gizi Bawang Bombay Merah
Bawang bombay merah termasuk bahan pangan yang rendah kalori. Berikut gambaran kandungan gizi bawang bombay merah mentah per 100 gram
| Kandungan Zat Gizi | Nilai per 100 gram |
|---|---|
| Energi | 40–44 kkal |
| Air | 89,11–92,6 g |
| Karbohidrat | 9,34–10,3 g |
| Gula alami | 3,4–6,0 g |
| Serat pangan | 1,7–2,1 g |
| Protein | 1,0–1,2 g |
| Lemak total | 0,1 g |
| Vitamin C | 6,1–7,4 mg |
| Vitamin B6 | 0,12–0,13 mg |
| Folat (Vitamin B9) | 19,0–19,8 µg |
| Kalsium | 20,7–23,0 mg |
| Zat besi | 0,21 mg |
| Kalium | 146–157 mg |
| Magnesium | 10 mg |
| Fosfor | 29 mg |
| Seng | 0,17 mg |
Benarkah Bawang Bombay Merah Kaya Antioksidan?
Bawang bombay merah sering dianggap lebih premium karena warna merah keunguannya yang khas, harganya yang relatif lebih tinggi, dan anggapan bahwa kandungan antioksidannya lebih banyak. Warna tersebut berasal dari pigmen alami antosianin, sementara kuersetin merupakan salah satu flavonoid yang banyak ditemukan pada bawang bombay merah.
Dibandingkan bawang bombay putih, bawang merah umumnya memiliki kandungan flavonoid dan senyawa fenolik yang lebih tinggi. Namun, apakah warna merah berarti aktivitas antioksidannya otomatis lebih tinggi? Ternyata, tidak sesederhana itu.
Senyawa Antioksidan dalam Bawang Bombay Merah
Dua kelompok senyawa yang berperan dalam aktivitas antioksidan bawang bombay merah adalah antosianin dan kuersetin.
- Antosianin merupakan pigmen alami yang memberikan warna merah hingga ungu pada bawang sekaligus memiliki aktivitas antioksidan.
- Kuersetin merupakan flavonoid yang banyak ditemukan pada bawang bombay merah, terutama pada lapisan luar umbi. Menariknya, lapisan luar bawang cenderung mengandung lebih banyak senyawa bioaktif dibandingkan bagian dalamnya. Karena itu, mengupas terlalu banyak lapisan bawang dapat mengurangi senyawa yang sebenarnya ingin dipertahankan.
Seberapa Tinggi Aktivitas Antioksidannya?
Penelitian menunjukkan bahwa bawang bombay merah memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi. Dalam salah satu penelitian menggunakan uji DPPH, ekstrak bawang bombay merah mampu menangkal radikal bebas sebesar 53,36–85,53%, sedangkan bawang bombay kuning berada pada kisaran 52,32–72,25%.
Kandungan flavonoid juga memiliki hubungan yang kuat dengan aktivitas antioksidan. Hal ini menunjukkan bahwa flavonoid, termasuk kuersetin, menjadi salah satu kelompok senyawa yang berkontribusi terhadap kemampuan bawang dalam menangkal radikal bebas.
Apakah Warna Merah Berarti Antioksidannya Paling Tinggi?
Tidak selalu. Warna merah memang menunjukkan keberadaan antosianin, tetapi aktivitas antioksidan tidak hanya ditentukan oleh pigmen tersebut. Bawang bombay kuning, misalnya, pada kondisi tertentu dapat memiliki kandungan total senyawa fenolik yang sedikit lebih tinggi dibandingkan bawang bombay merah.
Selain jenis bawang, kandungan senyawa bioaktif juga dapat dipengaruhi oleh varietas, kondisi lingkungan, bagian umbi, pengolahan, dan penyimpanan. Lapisan luar umumnya lebih kaya senyawa bioaktif, sementara pengupasan berlebihan dapat menghilangkannya.
Jadi, bawang bombay merah memang kaya akan senyawa yang berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan, tetapi warna merah saja tidak cukup untuk menentukan bahwa suatu bawang memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi.
Apa yang Terjadi pada Antioksidan Bawang Bombay Merah saat Dimasak?
Memasak bawang bombay merah tidak hanya mengubah tekstur dan rasanya, tetapi juga dapat memengaruhi kandungan senyawa bioaktif di dalamnya. Panas dan air dapat memberikan efek yang berbeda, tergantung pada metode memasak yang digunakan.
Pengaruh Panas terhadap Senyawa Bioaktif
Suhu tinggi dapat menyebabkan sebagian senyawa antioksidan yang sensitif terhadap panas, terutama antosianin, mengalami penurunan. Akibatnya, warna merah keunguan bawang dapat memudar atau berubah setelah dimasak.
Namun, pemanasan tidak selalu berarti semua senyawa bioaktif berkurang. Panas yang moderat dapat melunakkan struktur sel bawang sehingga senyawa seperti kuersetin lebih mudah dilepaskan dari jaringan tanaman. Dengan begitu, senyawa tersebut dapat menjadi lebih mudah tersedia untuk diserap tubuh.
Metode Memasak Mana yang Paling Baik?
Setiap metode memasak memberikan pengaruh yang berbeda terhadap senyawa bioaktif bawang bombay merah:
- Memanggang atau grilling: termasuk metode yang cukup baik untuk mempertahankan senyawa fenolik dan membantu meningkatkan ketersediaan kuersetin.
- Menumis: dengan sedikit minyak relatif mampu mempertahankan glikosida kuersetin karena senyawa tersebut tidak mudah larut dalam minyak.
- Merebus: dapat menyebabkan lebih banyak flavonoid berpindah ke air rebusan. Jika air tersebut dibuang, sebagian senyawa ikut terbuang. Sebaliknya, jika bawang dimasak sebagai sup atau semur dan kuahnya ikut dikonsumsi, senyawa yang larut dalam air tetap dapat diperoleh.
- Microwave: memasak tanpa tambahan air dapat mempertahankan flavonoid dan vitamin C dengan cukup baik. Pemanasan juga dapat membantu melepaskan sebagian kuersetin dari jaringan bawang.
Apakah Bawang Mentah Selalu Lebih Baik?
Tidak selalu. Bawang bombay merah mentah dapat mempertahankan senyawa yang sensitif terhadap panas, termasuk vitamin C. Namun, proses memasak tertentu justru dapat membuat sebagian senyawa seperti kuersetin lebih mudah dilepaskan dari jaringan bawang.
Jadi, tidak ada satu metode yang selalu paling baik untuk mempertahankan seluruh zat gizi dan senyawa bioaktif. Jika ingin mempertahankan senyawa yang larut dalam air, hindari membuang air rebusan. Sementara itu, pemanggangan, penumisan ringan, atau pemasakan dengan microwave dapat menjadi pilihan untuk mengurangi kehilangan senyawa bioaktif.
Bagaimana Cara Memilih dan Menyimpan Bawang Bombay Merah?
Cara Memilih Bawang Bombay Merah yang Berkualitas
Pilih bawang bombay merah yang terasa padat, keras, dan berat untuk ukurannya. Kulit luarnya sebaiknya kering, utuh, dan tidak menunjukkan tanda pembusukan.
Hindari bawang yang terasa lunak, lembek, berlendir, basah di bagian leher, atau memiliki bercak jamur. Sedikit kulit luar yang mengelupas masih tergolong normal.
Cara Menyimpan Bawang Bombay Merah agar Tahan Lama
Simpan bawang bombay merah utuh di tempat yang kering, sejuk, gelap, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Kamu bisa menggunakan keranjang terbuka atau kantong jaring agar udara tetap mengalir.
Sebaiknya jangan menyimpan bawang dalam kantong plastik tertutup karena kelembapan yang terperangkap dapat mempercepat pembusukan.
Bawang juga sebaiknya tidak disimpan berdekatan dengan kentang, karena kelembapan dari kentang dapat membuat bawang lebih cepat bertunas dan rusak.
Cara Menyimpan Bawang Bombay Merah yang Sudah Dipotong
Bawang yang sudah dipotong lebih mudah mengalami penurunan kualitas. Masukkan sisa bawang ke dalam wadah kedap udara, kemudian simpan di dalam kulkas.
Dengan cara ini, bawang dapat tetap segar selama beberapa hari dan tidak mudah menyerap aroma dari makanan lain di dalam kulkas.
Bawang Bombay Merah Cocok Diolah Menjadi Apa?

Bawang bombay merah memiliki rasa yang cenderung manis dengan warna merah keunguan yang menarik. Karakter ini membuatnya cocok digunakan dalam berbagai jenis masakan, baik sebagai bahan utama maupun pelengkap.
1. Salad Segar
Iris tipis bawang bombay merah dan tambahkan ke dalam salad. Jika rasanya masih terlalu tajam, kamu bisa merendamnya sebentar dalam air es sebelum digunakan.
2. Acar Bawang Bombay Merah
Irisan bawang direndam dalam larutan cuka, gula, dan garam untuk menghasilkan acar dengan rasa asam-manis dan tekstur renyah. Olahan ini cocok sebagai pelengkap burger, taco, kebab, maupun daging panggang.
3. Tumisan
Bawang bombay merah bisa ditumis bersama sayuran, daging, atau bahan lainnya. Pemanasan akan membuat rasa alaminya menjadi lebih manis dan lembut.
4. Sup dan Kuah
Bawang yang ditumis sebagai dasar sup dapat memberikan rasa gurih dan manis pada kuah. Senyawa flavonoid yang larut dalam air juga dapat berpindah ke dalam kuah sehingga tidak langsung terbuang.
5. Saus dan Salsa
Bawang bombay merah yang dicincang halus dapat digunakan sebagai campuran salsa, dressing, atau berbagai saus. Warna merah keunguannya juga membuat tampilan hidangan lebih menarik.
6. Bawang Panggang
Bawang dapat dipanggang dalam bentuk utuh atau potongan hingga teksturnya lunak dan rasanya lebih manis. Metode ini juga termasuk salah satu cara memasak yang cukup baik untuk mempertahankan senyawa fenolik.
7. Bawang Karamel
Memasak bawang secara perlahan membuat gula alaminya mengalami karamelisasi sehingga menghasilkan rasa manis dan aroma yang lebih kompleks. Bawang karamel cocok digunakan sebagai pelengkap steak, burger, atau roti panggang.
Baca juga: Kenapa Memotong Bawang Bikin Menangis? Ternyata Bukan Karena Baunya!
Kesimpulan
Bawang bombay merah memiliki warna khas dari pigmen alami dan cenderung kaya senyawa antioksidan seperti antosianin dan kuersetin. Namun, warna merah tidak otomatis berarti lebih bergizi dalam segala hal karena kandungan zat aktif juga dipengaruhi varietas, lingkungan, dan pengolahan.
Untuk memanfaatkannya secara optimal, bawang bombay merah dapat dikonsumsi mentah, ditumis ringan, dipanggang, atau diolah menjadi sup. Jadi, keunggulan bawang bombay merah bukan berarti bawang putih menjadi pilihan yang buruk, melainkan keduanya memiliki karakteristik dan penggunaan yang berbeda dalam pola makan sehari-hari.
Referensi:
Cheng, A., Chen, X., Jin, Q., Wang, W., Shi, J., & Liu, Y. (2013). Comparison of Phenolic Content and Antioxidant Capacity of Red and Yellow Onions. Czech Journal of Food Sciences, 31(5), 501–508.
Cattivelli, A., Conte, A., Martini, S., & Tagliazucchi, D. (2021). Influence of Cooking Methods on Onion Phenolic Compounds Bioaccessibility. Foods, 10(5), 1023.
U.S. Department of Agriculture, Agricultural Research Service. (2019). USDA FoodData Central: Onions, red, raw. Database Nutrisi Nasional AS.






