Gembili adalah tanaman umbi merambat (Dioscorea esculenta) yang menghasilkan umbi di dalam tanah dengan kulit cokelat tipis dan daging putih pulen. Rasanya manis gurih mirip perpaduan ubi jalar dan talas serta kaya akan karbohidrat kompleks. Keunggulan utama ubi gembili adalah kandungan serat inulinnya yang sangat tinggi (mencapai 14,77%) yaitu jenis serat alami yang berfungsi sebagai makanan bagi bakteri baik di dalam usus.

Pernahkah kamu mendengar nama gembili saat mengobrol dengan orang tua atau kakek-nenek di kampung halaman? Di era sekarang, umbi tradisional ini memang mulai jarang terlihat di supermarket modern dibanding singkong atau ubi cilembu.
Padahal, ubi gembili bukan cuma enak dan pulen saat dimakan hangat tapi juga menyimpan banyak kebaikan nutrisi untuk tubuh. Bahkan di beberapa daerah seperti Papua, gembili sudah lama menjadi makanan pokok kebanggaan warga setempat!
Penasaran sebenarnya apa itu gembili dan apa saja keistimewaannya? Yuk, kita kenalan lebih dekat dengan si umbi unik ini!
Apa Sebenarnya Ubi Gembili Itu?
Secara sederhana, gembili adalah jenis umbi-umbian yang tumbuh dari tanaman merambat berduri. Di dalam tanah, tanaman ini menghasilkan umbi-umbi kecil seukuran kepalan tangan orang dewasa dengan kulit luar berwarna cokelat muda.
Ciri khas gembili yang paling gampang dikenali:
- Bentuk dan Ukuran: Mirip ubi jalar kecil atau kentang lonjong dengan kulit yang sangat tipis.
- Warna Daging: Putih bersih atau sedikit krem.
- Tekstur dan Rasa: Saat masih mentah teksturnya agak bergetah, tapi begitu direbus atau dikukus dagingnya berubah jadi sangat lembut, legit, dan pulen seperti ketan dengan rasa manis gurih alami.
Selain mengenyangkan, tanaman gembili juga sangat tangguh karena bisa tumbuh subur di bawah naungan pohon lain tanpa perawatan yang rumit.
Rahasia Gizi: Kenapa Gembili Sangat Bagus untuk Perut?
Kalau biasanya umbi cuma dianggap sebagai sumber karbohidrat biasa, gembili punya “senjata rahasia” yang membuat dia istimewa yaitu Inulin.
1. Kaya Serat Inulin (Prebiotik Alami)
Di antara keluarga umbi uwi-uwian, gembili tercatat memiliki kadar inulin tertinggi yaitu sekitar 14,77%. Inulin adalah jenis serat larut air yang tidak bisa dicerna oleh lambung kita sehingga ia akan meluncur langsung ke usus besar.
Di usus besar, inulin menjadi “makanan favorit” bagi bakteri baik (probiotik) seperti Bifidobacterium. Hasilnya, pencernaan jadi lebih lancar, perut terasa nyaman, dan buang air besar jadi teratur.
2. Kenyang Lebih Lama Tanpa Membuat Gula Darah Melonjak
Gembili mengandung getah alami dan karbohidrat kompleks yang dicerna tubuh secara perlahan. Hal ini membuat energi dilepaskan secara bertahap ke dalam darah sehingga kamu tidak cepat merasa lapar kembali dan kadar gula darah tetap stabil.
Kandungan Gizi Umbi Gembili per 100 Gram
Biar makin jelas seberapa padat nutrisinya, berikut rincian angka gizi dalam 100 gram umbi gembili mentah:
| Komponen Gizi | Jumlah per 100 Gram |
| Kadar Air | 62,11 – 68,09 gram |
| Kalori | 95 – 131 kkal |
| Protein | 1,1 – 1,5 gram |
| Lemak | 0,1 – 0,2 gram (Sangat Rendah) |
| Karbohidrat | 22,4 – 31,3 gram |
| Serat Pangan | 3,4 – 6,38 gram |
| Kandungan Inulin | 14,62 – 14,77 gram |
| Kalsium | 14 mg |
| Fosfor | 49 – 56 mg |
| Zat Besi | 0,9 – 1 mg |
| Vitamin C | 4 mg |
Gembili Bisa Diolah Jadi Apa Saja?
Selain direbus biasa, gembili sekarang sudah banyak dikembangkan jadi aneka produk makanan modern seperti:
- Tepung Bebas Gluten (Gluten-Free): Gembili bisa dikeringkan dan digiling jadi tepung untuk membuat kue kering (cookies), brownies, atau bolu tanpa menggunakan tepung terigu.
- Makanan Pendamping ASI (MPASI): Karena teksturnya yang sangat halus saat matang dan mudah dicerna, bubur gembili sangat cocok untuk menu makanan bayi dan balita.
- Keripik Gembili: Diiris tipis dan digoreng atau dioven jadi camilan renyah gurih pengganti keripik kentang.

Trik Memasak Gembili agar Tidak Gatal di Lidah
Sama seperti talas, getah umbi gembili mentah mengandung kristal kalsium oksalat alami yang bisa membuat lidah atau tenggorokan terasa gatal jika salah mengolahnya.
Cara mengatasinya ternyata sangat mudah:
- Kukus Langsung Bersama Kulitnya: Jangan dikupas dulu saat masih mentah. Cukup cuci bersih tanah yang menempel lalu kukus atau rebus gembili utuh sampai matang empuk. Suhu panas akan menghilangkan zat pemicu gatal dan kulit tipisnya akan sangat mudah dikupas setelah matang.
- Rendam Air Garam: Kalau ingin memotong gembili mentah, rendam potongannya di dalam air garam selama 15–30 menit lalu bilas hingga bersih sebelum dimasak.
Kesimpulan
Ubi gembili adalah pangan lokal kaya manfaat yang patut kita lestarikan. Rasanya yang enak, manis gurih, dan ramah di perut menjadikannya pilihan karbohidrat sehat yang pas untuk variasi menu harian keluarga.
Yuk, bagikan artikel dari Delinutri ini ke teman-teman dan keluargamu agar semakin banyak orang yang kenal dan menikmati kelezatan umbi lokal Nusantara!
FAQ Seputar Gembili
1. Apakah gembili cocok untuk orang yang sedang diet?
Sangat cocok. Gembili rendah lemak dan kaya serat inulin yang membuat rasa kenyang bertahan lebih lama sehingga membantu kamu mengontrol porsi makan.
2. Apa bedanya gembili dengan ubi jalar biasa?
Bentuknya sekilas mirip tapi tanaman asalnya berbeda. Gembili memiliki tekstur daging yang lebih legit kenyal mirip ketan dan memiliki kadar serat prebiotik inulin yang jauh lebih banyak dibanding ubi jalar.
3. Bagaimana cara menyimpan umbi gembili segar di rumah?
Cukup simpan gembili mentah di tempat yang kering, sejuk, beraliran udara lancar, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Jangan disimpan di tempat lembap agar umbi tidak cepat bertunas atau membusuk.
Referensi:
Amrullah, I. M. (2026). Zat Inulin pada Gembili sebagai Prebiotik untuk Kesehatan Usus. Book Chapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang, 7, 1-18.
Ervietasari, N., & Larasaty, F. A. (2021). Cookies Berbahan Umbi Gembili sebagai Inovasi Pangan yang Bernilai Ekonomi, Kaya Gizi, dan Menyehatkan. Journal Science Innovation and Technology (SINTECH), 1(2), 15-22.
Fera, M., & Masrikhiyah, R. (2019). Ekstraksi Inulin dari Umbi Gembili (Discorea esculenta L) dengan Pelarut Etanol. Jurnal Pangan dan Gizi, 9(2), 156-161.
Putra, A. F. C., Zuhri, T. S., Aulia, A. D., Nuraini, R., Safitri, R. E., & Sofyan, A. (2023). Keterampilan Pengolahan Umbi Gembili Menjadi Produk MPASI Melalui Sekolah Kader Sehat. Abdi Geomedisains, 4(1), 18-25.
Wardani, R. M., Utami, A. U., & Ulfa, R. (2023). Pengaruh Subtitusi Tepung Gembili (Dioscorea esculenta) Terhadap Karakteristik Cookies. Jurnal Teknologi Pangan dan Ilmu Pertanian (JIPANG), 5(1), 8-14.






