Bosan Ayam? Daging Burung Puyuh Ternyata Lebih Kaya Zat Besi

Daging burung puyuh adalah salah satu sumber protein hewani yang mulai banyak dilirik sebagai alternatif daging ayam. Dalam 100 gram daging puyuh terdapat sekitar 22–25 gram protein dan sekitar 4,4 mg zat besi, lebih tinggi dibandingkan daging ayam.

Selain itu, daging puyuh juga mengandung vitamin B12, fosfor, zinc, vitamin A, dan vitamin E. Rasanya gurih dengan tekstur yang lembut sehingga cocok diolah menjadi puyuh goreng, puyuh bakar, maupun puyuh ungkep.

Agar tetap segar, daging puyuh sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara di kulkas atau freezer. Jangan konsumsi jika daging sudah berlendir, berbau menyengat, atau berubah warna.

Daging burung puyuh yang paling banyak diternakkan di Indonesia yaitu Coturnix japonica atau puyuh Jepang

Pernah merasa bosan dengan menu ayam yang itu-itu saja?

Kalau iya, mungkin ini saatnya mencoba bahan pangan yang sebenarnya sudah lama dikenal tetapi belum sepopuler ayam atau sapi, yaitu daging burung puyuh.

Selama ini burung puyuh lebih identik dengan telurnya yang mungil dan sering muncul dalam sate atau semur. Padahal, dagingnya juga memiliki cita rasa khas dan kandungan gizi yang menarik untuk dijadikan variasi menu harian.

Daging Burung Puyuh Adalah Apa?

Daging burung puyuh berasal dari burung puyuh, salah satunya spesies yang paling banyak diternakkan di Indonesia yaitu Coturnix japonica atau puyuh Jepang.

Ukurannya memang jauh lebih kecil dibandingkan ayam, tetapi justru karena itulah daging puyuh memiliki tekstur yang lebih halus dan cepat matang saat dimasak.

Di berbagai negara Asia dan Eropa, daging puyuh sudah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan premium karena rasanya yang gurih dan aroma khasnya.

Seperti Apa Rasa Daging Burung Puyuh?

Banyak orang penasaran apakah rasanya mirip ayam.

Jawabannya: mirip, tetapi tidak sama.

Daging puyuh memiliki rasa yang lebih gurih dan sedikit lebih kaya dibandingkan ayam. Teksturnya juga cenderung lebih padat tetapi tetap lembut saat dimasak dengan benar.

Karena ukuran tubuhnya kecil, bumbu juga lebih mudah meresap hingga ke bagian dalam daging.

Kandungan Daging Burung Puyuh per 100 Gram

Di balik ukurannya yang kecil, kandungan gizinya cukup padat. Berikut ini kandungan nutrisi dalam 100 gram daging puyuh:

KandunganJumlah
Energi134–227 kkal
Protein22–25 gram
Lemak±11 gram
Zat Besi±4,43 mg
Fosfor±220 mg
Vitamin A±70 mcg
Vitamin E±0,7 mg
Vitamin B12Terkandung alami
ZincTerkandung alami

Salah satu hal yang paling menarik adalah kandungan zat besi daging puyuh yang lebih tinggi dibandingkan daging ayam.

Daging Burung Puyuh vs Ayam, Apa Bedanya?

Jika dibandingkan dengan ayam, daging puyuh memiliki beberapa keunikan yakni:

  • Zat Besi Lebih Tinggi: Dalam 100 gram daging puyuh terdapat sekitar 4,43 mg zat besi, sedangkan daging ayam umumnya hanya sekitar 1,2 mg.
  • Rasa Lebih Gurih: Daging puyuh memiliki cita rasa yang lebih kuat sehingga sering dianggap lebih “berisi” dibandingkan ayam.
  • Ukuran Lebih Kecil: Satu ekor puyuh umumnya menjadi porsi individual sehingga cocok untuk sekali makan tanpa perlu dipotong-potong.

Kenapa Daging Burung Puyuh Bisa Jadi Alternatif Ayam?

Kadang masalah utama dalam makan bukan kekurangan pilihan tetapi kebosanan.

Ketika ayam goreng, ayam bakar, dan ayam ungkep mulai terasa monoton, daging puyuh bisa menjadi variasi sumber protein tanpa harus mengubah pola makan secara drastis.

Selain itu, ukurannya yang kecil membuatnya praktis diolah dan cepat matang.

Kenapa Daging Burung Puyuh Bisa Jadi Alternatif Ayam?

Kadang masalah utama dalam makan bukan kekurangan pilihan, tetapi kebosanan.

Ketika ayam goreng, ayam bakar, dan ayam ungkep mulai terasa monoton, daging puyuh bisa menjadi variasi sumber protein tanpa harus mengubah pola makan secara drastis.

Selain itu, ukurannya yang kecil membuatnya praktis diolah dan cepat matang

Cara Simpan Daging Burung Puyuh

Agar kualitasnya tetap terjaga, ikuti tips menyimpan daging puyuh berikut ini:

  • Jika Akan Dimasak 1–2 Hari: Simpan dalam wadah tertutup rapat di kulkas.
  • Jika Untuk Stok Mingguan: Masukkan ke wadah atau plastik kedap udara lalu simpan di freezer. Dengan suhu freezer yang stabil, daging puyuh dapat bertahan hingga beberapa bulan.
Tangan yang mengemas karkas daging puyuh menggunakan plastik kedap udara (vacuum sealed) sebelum dimasukkan ke dalam laci pembekuan freezer

Ciri Daging Burung Puyuh yang Sudah Tidak Layak Dikonsumsi

Sebelum memasak, perhatikan kondisinya terlebih dahulu.

Jangan dikonsumsi jika:

  • muncul lendir pada permukaan daging
  • warna berubah menjadi kusam keabu-abuan atau kehijauan
  • tekstur sangat lembek
  • tercium bau asam atau bau menyengat
  • kemasan menggembung akibat aktivitas mikroba

Jika salah satu tanda tersebut muncul, sebaiknya daging burung puyuh tidak dikonsumsi.

Kesimpulannya, Daging Burung Puyuh Lebih Tinggi Zat Besi

Menariknya, daging puyuh menunjukkan bahwa bahan pangan yang jarang dilirik belum tentu kalah dari yang populer.

Rasanya gurih, kandungan proteinnya tinggi, dan kandungan zat besinya bahkan lebih tinggi dibandingkan ayam. Tidak heran jika daging puyuh mulai banyak digunakan sebagai alternatif protein untuk menambah variasi menu sehari-hari.

Kalau selama ini kamu hanya mengenal puyuh dari telurnya, mungkin sekarang saatnya mencoba sisi lain dari unggas kecil yang satu ini.

Temukan fakta menarik lainnya seputar bahan pangan, kandungan gizi, dan tips penyimpanan makanan hanya di Delinutri.

Referensi:

Hidayatullah, M. S., Amin, N., Rasbawati., & Fitriani. (2023). Nilai pH dan Uji Organoleptik Daging Puyuh yang Diberi Pakan Tepung Daun Singkong (Manihot esculenta) Dengan Level yang Berbeda. Jurnal Gallus-Gallus.

Laila, W., Aprilia, R., & Yunita, I. (2024). Analisis Kelayakaan Usaha Peternakan Burung Puyuh Pedaging (Coturnix coturnix japonica) di Kecamatan Kerumutan. Jurnal Teknik dan Teknologi Tepat Guna (JTECH).

Quaresma, M. A. G., Antunes, I. C., Gil Ferreira, B., Parada, A., Elias, A., Barros, M., Santos, C., Partidário, A., Mourato, M., & Roseiro, L. C. (2024). The composition of the lipid, protein and mineral fractions of quail breast meat obtained from wild and farmed specimens of Common quail (Coturnix coturnix) and farmed Japanese quail (Coturnix japonica domestica). Poultry Science, 103, 1-14.  

Saeed, M., Aslam, F., Khan, M. S., Kamboh, A. A., Farooq, Z., Khan, R. U., Sultan, R., Moryani, A. A., & Chen, H. (2025). Nutritional Significance and Health Benefits of Quail’s Meat and Eggs: An Empirical Review. Pakistan Journal of Zoology.  

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top